Serapan Anggaran Kementerian PUPR Meleset dari Target

Kompas.com - 12/08/2016, 12:31 WIB
Progres pembangunan proyek Tol Trans Sumatera ruas Tol Medan-Binjai, Senin (29/2/2016). Arimbi Ramadhiani/Kompas.comProgres pembangunan proyek Tol Trans Sumatera ruas Tol Medan-Binjai, Senin (29/2/2016).
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Memasuki pertengahan tahun 2016, serapan anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) masih kurang dari 50 persen.

"Ya sekarang ini masih 38 persen penyerapannya, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu cuma 25 persen," sebut Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Taufik Widjojono, di Hotel Discovery, Jakarta, Kamis (11/8/2106).

Kendati lebih tinggi dari periode sebelumnya, angka tersebut masih kurang dari target yang ditetapkan yakni sebesar 51 persen.

Menurut Taufik, hal itu disebabkan adanya keterlambatan dalam penagihan kontrak multiyears padahal berdasarkan data yang ada progres fisiknya cukup tinggi.

Taufik juga mengatakan bahwa sektor yang mengalami keterlambatan penagihan kontrak mutiyears antara lain jalan atau Bina Marga dan Sumber Daya Air (SDA) seperti bendungan dan lain-lain.

"Saya juga tidak mengerti kenapa ini bisa terlambat," ucapnya.

Progres fisik sendiri, lanjut Taufik sudah 44 persen dan itu artinya jika dikurangi serapan anggaran sebesar 38 persen maka masih ada enam persen atau dana Rp 6 triliun yang belum ditagih.

"Sama halnya dengan serapan anggaran, progres fisik juga masih di bawah target tetapi ya nggak terlalu besar seperti serapan," tambah dia.

Untuk progres fisik paling tinggi dicapai oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga sebesar 51 persen, kemudian diikuti Ditjen SDA 39 persen, Ditjen Cipta Karya 32 persen, dan Ditjen Penyediaan Perumahan 26,7 persen.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X