Duta Sanitasi, "Agent of Change" Perilaku Warga yang Suka BAB Sembarangan

Kompas.com - 09/08/2016, 11:00 WIB
Toilet umum di tepi Sungai Ciliwung, di RT 11/RW 05, Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur. Kotoran manusia dari toilet ini dibuang langsung ke Sungai Ciliwung. KOMPAS.COM/INDRA AKUNTONOToilet umum di tepi Sungai Ciliwung, di RT 11/RW 05, Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur. Kotoran manusia dari toilet ini dibuang langsung ke Sungai Ciliwung.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Kesadaran masyarakat akan sanitasi yang bersih memang masih kurang. Tidak jarang, mereka memilih buang air sembarangan misalnya di halaman rumah atau di kebun.

Hal tersebut sudah menjadi kebiasaan dan tidak mudah untuk diubah. Oleh karena itu, pemerintah memilih duta-duta sanitasi di seluruh provinsi mulai dari anak-anak di jenjang SMP sebagai agent of change atau agen perubahan.

"Kita harapkan dengan duta sanitasi ini ikut memajukan masa depan kita. Anak-anak ini sendiri yang bisa mengubah perilaku lingkungannya," ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, usai Penutupan Jambore Sanitasi di Gedung Auditorium Kementerian PUPR, Senin (8/8/2016). 

Anak-anak yang terpilih ini, kata Basuki, berasal dari seluruh provinsi di Indonesia. Diharapkan, mereka yang sejak usia dini ikut di lingkungan kecilnya, keluarganya, sekolahnya, minimal sampai RT-nya ini, bisa membuat komunitas-komunitas sadar akan sanitasi.

Lebih lanjut, komunitas-komunitas tersebut mengajak dan melakukan persuasi kepada warga untuk tidak membuang hajat sembarangan.

"Mereka punya harapan sanitasi itu aman, belajar jadi nyaman. Itu untuk individu mereka.  Tapi, harapan kami mereka ikut untuk memengaruhi lingkungan," tutur Basuki.

Ia juga mengatakan, pelajar SMP dan SMA dipilih karena kelak mereka akan menjadi calon-calon pemimpin. Selain itu, mereka yang tahu bagaimana era saat ini berjalan.

Dengan demikian, mereka bisa menjadi agen perubahan dengan menggerakkan kegiatan-kegiatan tertentu, khususnya di bidang sanitasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.