Bernardus Djonoputro
Ketua Majelis Kode Etik, Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP)

Bernardus adalah praktisi pembiayaan infrastruktur dan perencanaan kota. Lulusan ITB jurusan Perencanaan Kota dan Wilayah, dan saat ini menjabat Advisor Senior disalah satu firma konsultan terbesar di dunia. Juga duduk sebagai anggota Advisory Board di Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung ( SAPPK ITB).

Selain itu juga aktif sebagai Vice President EAROPH (Eastern Region Organization for Planning and Human Settlement) lembaga afiliasi PBB bidang perencanaan dan pemukiman, dan Fellow di Salzburg Global, lembaga think-tank globalisasi berbasis di Salzburg Austria. Bernardus adalah Penasehat Bidang Perdagangan di Kedubes New Zealand Trade & Enterprise.

Menikmati Roman dan Satire Kehidupan Kota

Kompas.com - 25/07/2016, 10:00 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Mochamad Basoeki Hadimoeljono,  Wali kota Surabaya Tri Rismaharini, dan Sekjen Konferensi UN Habitat Joan Clos, usai pengibaran bendera PBB dan bendera Indonesia di Surabaya, Minggu (24/7/2016). Kontributor Surabaya, Achmad FaizalMenteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Mochamad Basoeki Hadimoeljono, Wali kota Surabaya Tri Rismaharini, dan Sekjen Konferensi UN Habitat Joan Clos, usai pengibaran bendera PBB dan bendera Indonesia di Surabaya, Minggu (24/7/2016).
EditorHilda B Alexander

Hajat besar para pemangku kepentingan  pembangunan perkotaan dan pemukiman di selenggarakan di kota Surabaya, pekan ini. Persiapan menjelang Habitat 3 di Quito Oktober nanti, menempatkan Surabaya dan kota-kota Indonesia pada posisi penting dalam diskursus dunia.

Apa yang kita cari di sebuah kota?

Kota adalah bauran cinta dan angan untuk menggapai dunia.  Kota adalah cita-cita menggelora untuk aktualisasi diri. Kota adalah energi yang tersimpan dalam relung-relung sentimentil dengan musik latar ala masa muda kita.

Bagi saya, alunan Queen dalam "Spread Your Wings" selalu selalu terngiang kala menapak lorong pasar Cihapit di Bandung.

Ya, dari kota ini, saya akan kumpulkan asa untuk terbang, mengepak dan pergi menjelajah dunia!

Kita tertambat dalam ruang yang terbangun atas rona-rona warna asal usul, suku bangsa dan perangai yang tumpah ruah dalam sapuan kuas di atas kanvas tua. Kota pun menyajikan beragam citarasa yang tersaji di meja-meja makan.

Bagi saya dan mungkin sebagian besar Anda, mengapresiasi kota kita adalah sama dengan menikmati roman dan satire kehidupan yang berkejaran seperti komidi putar, galak sekaligus bergairah.

Dia melankolis sekaligus kasar. Sedih, namun menyenangkan pada saat yang sama. Kita tersenyum, tertawa, menangis, meludah,  menyapu dan membersihkan got. Kita jatuh cinta, patah hati, bangkit,  sampai merajut keluarga meneruskan tugas mulia homo sapiens untuk beranak pinak guna menjaga kelestarian planet ini.

Entah sedang menelusuri jalan Dago yang romantis di kota Bandung,  atau menelusuri Rhine di Cologne. Dari Vienna ke San Francisco. Bersepeda di Kopenhagen atau menelusuri lorong-lorong Bangkok, pojok Milan dan Salzburg, atau bersepatu roda sepanjang Promenade des Anglais di Nice.

Jejak kita jelas, dan nasib kota sangat bergantung bagaimana menjadikan kota kita beradab,  kompetitif dan manusiawi sekaligus.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.