Presiden AS Harus Fokus Masalah Perumahan

Kompas.com - 22/07/2016, 21:59 WIB
Calon Presiden AS Donald Trump dan Hillary Clinton. Calon Presiden AS Donald Trump dan Hillary Clinton.
|
EditorHilda B Alexander

KOMPAS.com - Saat kampanye pemilihan Presiden Amerika Serikat 2016, kedua kandidat, yaitu Donald Trump dan Hillary Clinton saling mengunggulkan program kerja masing-masing. Namun, keduanya dinilai jarang sekali mengungkit soal perumahan terjangkau.

Padahal, sebanyak tiga per empat dari sekitar 1.000 penduduk Amerika Serikat yang disurvei Ipsos Public Affairs lebih mungkin untuk mendukung calon presiden yang memfokuskan keterjangkauan perumahan saat kampanye.

Sebanyak 71 persen responden setuju, keterjangkauan perumahan harus menjadi isu utama di kedua platform, baik partai Demokrat maupun Republik.

Tetapi dengan Konvensi Nasional Partai Republik mulai hari ini, platform GOP cenderung bungkam atas sewa rumah, meskipun 48 persen dari Partai Republik mengatakan kepada Ipso mereka merasa keterjangkauan perumahan harus menjadi elemen inti.

Pembahasan platform ini mencakup dua bagian pada perluasan kepemilikan rumah dengan mereformasi pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR), meredakan aktivitas Federal National Mortgage Association (FNMA) atau Fannie Mae dan Federal Home Loan Mortgage Corporation (FHLMC) atau Freddie Mac serta mengurangi kapasitas Federal Housing Administration.

Di satu sisi, platform ini juga mendedikasikan sebagian regulasi untuk memenuhi kebutuhan penyewa, orang tua dan orang miskin.

Meski demikian, tidak ada rekomendasi kebijakan khusus atau hanya pengakuan samar-samar bahwa kebijakan perumahan yang komprehensif harus mengatasi permintaan terhadap apartemen dan perumahan multi keluarga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Setiap bantuan harus tunduk pada pengawasan yang ketat untuk memastikan bahwa dana dihabiskan dengan bijaksana," bunyi hasil pembahasan tersebut.

Sementara itu, rancangan Platform Demokratik tampak lebih jelas bahwa akan meningkatkan pendanaan bagi National Housing Trust Fund untuk membangun, memelihara dan merehabilitasi jutaan unit perumahan sewa yang terjangkau.

Rancangan tersebut juga mengakui bahwa kebijakan harus membantu mereka yang berjuang untuk menemukan dan menjaga perumahan terjangkau.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber Next City
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X