Kompas.com - 13/06/2016, 15:00 WIB
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dikenal juga sebagai arsitek yang kerap merancang masjid-masjid di Indonesia. Salah satu dari sekian banyak karyanya adalah masjid tak berkubah.

Emil, sapaan karib Ridwan Kamil, telah merancang dan membangun Masjid Baiturrahman di Dusun Kopeng, Merapi, Sleman, Yogyakarta.

Masjid itu merupakan salah satu proyek corporate social responsibility (CSR) Baitul Maal Muamalat.

Masjid Baiturrahman dibangun melalui firma arsitektur Emil yang bernama Urbane Indonesia. Desain awal pembangunan masjid ini adalah untuk menciptakan masjid modern yang tidak memiliki kubah layaknya kebanyakan masjid di Indonesia.

Baitul Maal Muamalat selaku klien Urbane Indonesia sempat menolak proposal desain modern itu tetapi mereka menyukai ide penggunakan bata bekas.

Urbane Indonesia kemudian mengajukan desain alternatif berupa penggunaan atap susun tradisional Jawa sebagai pengganti atap modern.

Konsep bangunan Masjid Baiturrahman merupakan permainan bayangan dengan menciptakan banyak bukaan kecil di dinding dan atap masjid.

Bukaan masjid dibuat menggunakan susunan bata yang membentuk kaligrafi lafadz Allah. Bukaan itu memungkinkan banyak cahaya dan udara yang bebas masuk ke dalam masjid.

Lokasi masjid di kaki gunung membuat temperatur rata-rata di dalamnya adalah 16-17 derajat celcius.

Oleh sebab itu, untuk menjaga temperatur agar tidak bertambah dingin, bukaan-bukaan di masjid ditutupi menggunakan kaca.

Material dominan Masjid Baiturrahman merupakan batu bata abu vulkanik dan batu lokal untuk lantainya.

Struktur bangunan diperkuat menggunakan kerangka beton sebagai bentuk antisipasi karena lokasi masjid yang berada di daerah rawan bencana.

Interior di dalam masjid semakin indah ketika sinar matahari menyapu masjid dan masuk melalui komposisi batu bata sehingga menciptakan bayangan tak terduga.

Setelah desain dipresentasikan ke Baitul Maal Muamalat, Urbane Indonesia kemudian mengumpulkan segala macam detail yang dibutuhkan dan menggambar detail struktur serta instalasi listriknya.

Setelah itu, tepatnya pada 26 Agustus 2011, proyek masjid ini dipresentasikan di depan warga Dusun Kopeng yang menyukai campuran konsep tradisional dan modern.

Masjid setinggi empat lantai dengan luas bangunan 250 meter persegi ini selesai dibangun pada Oktober 2011 dan kini selain digunakan sebagai sarana beribadah juga dimanfaatkan sebagai pusat pendidikan Islam anak-anak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.