Kompas.com - 13/06/2016, 15:00 WIB
|
EditorHilda B Alexander

Material dominan Masjid Baiturrahman merupakan batu bata abu vulkanik dan batu lokal untuk lantainya.

Struktur bangunan diperkuat menggunakan kerangka beton sebagai bentuk antisipasi karena lokasi masjid yang berada di daerah rawan bencana.

Interior di dalam masjid semakin indah ketika sinar matahari menyapu masjid dan masuk melalui komposisi batu bata sehingga menciptakan bayangan tak terduga.

Setelah desain dipresentasikan ke Baitul Maal Muamalat, Urbane Indonesia kemudian mengumpulkan segala macam detail yang dibutuhkan dan menggambar detail struktur serta instalasi listriknya.

Setelah itu, tepatnya pada 26 Agustus 2011, proyek masjid ini dipresentasikan di depan warga Dusun Kopeng yang menyukai campuran konsep tradisional dan modern.

Masjid setinggi empat lantai dengan luas bangunan 250 meter persegi ini selesai dibangun pada Oktober 2011 dan kini selain digunakan sebagai sarana beribadah juga dimanfaatkan sebagai pusat pendidikan Islam anak-anak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.