21 Pusat Belanja Baru Penuhi Koridor Timur Jakarta

Kompas.com - 04/06/2016, 07:48 WIB
Ilustrasi. shutterstockIlustrasi.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Permintaan untuk pasar ritel terus bertumbuh di koridor timur Jakarta, yakni Bekasi, Karawang, Purwakarta, dan Subang.

Hal ini dipicu pengembangan residensial yang juga mulai menjamur dan meningkatnya populasi.

Selain itu, pemicu bertumbuhnya ritel adalah peningkatan kelas menengah yang membutuhkan ruang ritel sebagai pendukung kebutuhan penduduk lokal.

"Ada cukup banyak ritel yang akan dikembangan di timur Jakarta salah satunya di Jababeka atau Aeon di Deltamas. Kebanyakan (kawasan) yang besar-besar," ujar Director of Economics and Planning Design+Planning PT Aecom Indonesia, Utami Prastiana, di kantornya, Jakarta, Jumat (3/6/2016).

Hingga akhir 2015, riset Aecom mencatat adanya penambahan mal baru sebanyak 21 proyek. Total luasnya adalah 614.683 meter persegi.

Dengan jumlah ini, pertumbuhan pasokan ritel selama 2005-2015 yakni sebanyak 12,25 persen.

Sementara di masa depan, sebanyak 8 proyek akan menyumbang jumlah ritel di timur Jakarta dengan total luas 383.100 meter persegi.

Adapun dari ritel yang sudah ada, rata-rata okupansinya tercatat sebesar 85 persen.

"Dengan rental okupansi di atas 80 persen sudah bagus sih, yang punya properti sudah punya bargaining position mau taruh harga berapa," jelas Utami.

Biasanya, kata Utami, okupansi ritel di Indonesia berkisar 70-80 persen tergantung sektornya. Dari mal yang sudah ada dan beroperasi di koridor timur Jakarta, harga sewa berkisar Rp 125.000-Rp 320.000 per meter persegi per bulan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X