Kompas.com - 03/06/2016, 11:11 WIB
|
EditorLatief

"Hitung-hitungannya bisa dilihat dari salah satu harga properti yang ditawarkan pada area Aeropolis. Unit Residence 1 yang dipasarkan pada 2012 semula Rp 93 juta cash, sekarang sudah menjadi Rp 210 juta," kata Didik.

Ketersediaan transportasi dan infrastruktur baru membuat akses bandara dan Ibu Kota menjadi singkat. Maka dari itu, kenaikan harga tak terelakkan saat rencana itu sudah terealisasi.


Di samping itu, pasar lain yang juga bisa memanfaatkan peluang keberadaan properti di kawasan bandara adalah pebisnis dengan mobilitas yang tinggi dan lekat dengan kepastian jadwal. Kawasan terpadu Aeropolis menjadi peluang mereka karena selain hunian, juga dilengkapi dengan hotel, tempat pertemuan bisnis, pergudangan, ritel, pusat olahraga, restoran, dan fasilitas hiburan.

Dengan beragam fasilitas—dengan standar sama yang ada di pusat kota—pebisnis dengan mobilitas tinggi tak perlu direpotkan lagi. Lagi pula, kalau pun harus bertolak ke pusat Jakarta, jarak dan kendala macet yang biasanya menjadi batasan otomatis mendapat solusi karena kemudahan akses dan ketersediaan transportasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.