Pengadilan "Landreform" Masih Tumpang Tindih dengan Pengadilan Negeri

Kompas.com - 01/06/2016, 19:30 WIB
Aksi unjuk rasa petani di Kantor Gubernur Bengkulu yang menuntut pemerintah menyelesaikan sengeta pertanahan di daerah itu kompas.com/FirmansyahAksi unjuk rasa petani di Kantor Gubernur Bengkulu yang menuntut pemerintah menyelesaikan sengeta pertanahan di daerah itu
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Selain harus mengakomodasi perkembangan zaman dan berkeadilan, Rancangan Undang-undang (RUU) Pertanahan, juga harus mencantumkan detail mengenai keberadaan pengadilan pertanahan.

Baca: RUU Pertanahan Harus Mengakomodasi Perkembangan Zaman

Pada Bab 1 Ketentuan Umum, pengadilan pertanahan dijelaskan sebagai pengadilan khusus yang dibentuk di lingkungan pengadilan negeri yang berwenang memeriksa, mengadili, dan memberi putusan terhadap perkara pertanahan.

Baca: RUU Pertanahan Harus Berkeadilan

Namun, sebelum itu, menurut pakar hukum agraria Achmad Sodiki, sebelum RUU ditetapkan, DPR harus melihat dulu pengalaman pengadilan landreform yang diputuskan pada 1964 silam.

Pengadilan landrefom dinilai gagal karena banyak faktor, antara lain kompetensi absolutnya itu terlalu luas atau tumpang tindih dengan kompetensi pengadilan negeri.

"Apa yang disebut dengan perkara landreform tidak jelas dan sangat luas," ujar Sodiki saat diskusi publik bertema "Kiblat RUU Pertanahan, Kembali ke Pancasila dan UUPA 1960" di Hotel Santika, Jakarta, Rabu (1/6/2016).

Hal tersebut membuat suatu perkara pertanahan menjadi rancu apakah harus diadili di pengadilan landreform atau di pengadilan negeri.

Sodiki menuturkan, jika pemerintah ingin memunculkan peradilan pertanahan, harus jelas kompetensi absolutnya.

Jangan sampai, perkara yang diurus di pengadilan pertanahan, masih diurus di pengadilan negeri.

Saat pengadilan landreform masih berlaku, yang dimaksud peraturan landreform sendiri cukup banyak.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X