Pendapatan Usaha Cowell Merosot 22 Persen

Kompas.com - 30/05/2016, 17:07 WIB
Ilustrasi. www.shutterstock.comIlustrasi.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski pendapatan usaha tumbuh tipis 3 persen pada dari 2014 ke 2015, PT Cowell Development Tbk (COWL) justru mengalami kemerosotan pendapatan usaha secara tahunan.

Pendapatan usaha COWL pada kuartal I 2016 adalah sebesar Rp 135,2 miliar, tergelincir Rp 40,16 miliar atau 22 persen dari periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar Rp 175,36 miliar.

Tidak hanya pendapatan usaha yang turun, beban pokok penjualan COWL juga mengalami penurunan sebesar 25,15 persen dari Rp 77,34 miliar pada kuartal I 2015 menjadi Rp 57,89 miliar pada kuartal I 2016.

Imbasnya, laporan laba COWL juga anjlok 20 persen. Laba bersih COWL turun dari Rp 66,35 miliar pada kuartal I 2015 menjadi Rp 42,15 miliar pada kuartal I 2016.

Pun halnya dengan laba kotor dan laba usaha yang masing-masing melorot 21,13 persen dan 26,83 persen.

Presiden Direktur COWL, Edhi Sutanto menyatakan catatan negatif tersebut di luar dugaan karena perseroan sendiri menargetkan adanya kenaikan.

"Memang tidak seperti yang kita targetkan lah karena kita menargetkan sudah mulai naik tapi kelihatannya market masih menunggu, nggak tahu apa yang ditunggu, entah tax amnesty atau lainnya," tandasnya di Jakarta, Senin (30/5/2016).



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Investasi Rp 450 Miliar, Pengembang Ini Bangun 'Little Singapore' di Tangerang

Investasi Rp 450 Miliar, Pengembang Ini Bangun "Little Singapore" di Tangerang

Perumahan
Ini Teknologi Pereduksi Kerusakan Infrastruktur Layang Saat Gempa

Ini Teknologi Pereduksi Kerusakan Infrastruktur Layang Saat Gempa

Konstruksi
Fakta Seputar Tol Pekanbaru-Dumai yang Dilengkapi Terowongan Gajah

Fakta Seputar Tol Pekanbaru-Dumai yang Dilengkapi Terowongan Gajah

Konstruksi
Berpotensi Likuefaksi, Jalan di Bandara YIA Dibangun dengan Metode 'Dynamic Compaction'

Berpotensi Likuefaksi, Jalan di Bandara YIA Dibangun dengan Metode "Dynamic Compaction"

Konstruksi
Kabar Terbaru Tol Akses Pelabuhan Patimban, Finalisasi Kelayakan Bisnis

Kabar Terbaru Tol Akses Pelabuhan Patimban, Finalisasi Kelayakan Bisnis

Konstruksi
Bersama China, BMKG Kembangkan 3 Sistem Baru Deteksi Gempa dan Tsunami

Bersama China, BMKG Kembangkan 3 Sistem Baru Deteksi Gempa dan Tsunami

Berita
Jumat Besok, Tol Pekanbaru-Dumai 131 Kilometer Diresmikan Jokowi

Jumat Besok, Tol Pekanbaru-Dumai 131 Kilometer Diresmikan Jokowi

Konstruksi
BMKG Manfaatkan IoT dalam Mendeteksi Tsunami, Begini Cara Kerjanya

BMKG Manfaatkan IoT dalam Mendeteksi Tsunami, Begini Cara Kerjanya

Berita
Kementerian ATR/BPN Berhasil Mendaftarkan 24 Juta Bidang Tanah

Kementerian ATR/BPN Berhasil Mendaftarkan 24 Juta Bidang Tanah

Berita
Lokakarya Megastruktur dan Infrastruktur Tahan Gempa Resmi Digelar

Lokakarya Megastruktur dan Infrastruktur Tahan Gempa Resmi Digelar

Konstruksi
[POPULER PROPERTI] Proyek Infrastruktur Harus Berlanjut di Tengah Ancaman Resesi

[POPULER PROPERTI] Proyek Infrastruktur Harus Berlanjut di Tengah Ancaman Resesi

Berita
Oktober 2020, Jalan Akses Pelabuhan Patimban Siap Layani Arus Logistik

Oktober 2020, Jalan Akses Pelabuhan Patimban Siap Layani Arus Logistik

Konstruksi
Hong Kong Kingland Buka Kampus Universitas Sahid, Bidik 300 Mahasiswa

Hong Kong Kingland Buka Kampus Universitas Sahid, Bidik 300 Mahasiswa

Apartemen
Malam Ini, Lalu Lintas di Tol Cipularang Menuju Jakarta Dialihkan

Malam Ini, Lalu Lintas di Tol Cipularang Menuju Jakarta Dialihkan

Berita
NTB Tawarkan 8 Proyek Unggulan kepada Investor

NTB Tawarkan 8 Proyek Unggulan kepada Investor

Kawasan Terpadu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X