Agenda Baru Perkotaan Indonesia?

Kompas.com - 11/05/2016, 07:50 WIB
Ilustrasi KOMPAS/JITETIlustrasi
EditorWisnubrata

Saat ini, Indonesia mendapat peluang emas sebagai salah satu aktor penting didalam menyusun agenda dunia tentang perkotaan.

Peran strategis Indonesia tercermin dengan ditunjuknya Indonesia menjadi anggota Biro PBB yang bertugas menyiapkan Habitat 3 bersama dengan negara-negara seperti Jerman, Ekuador, Chile,Perancis, Senegal, Slovakia dan Uni Emirates Arab.

Habitat III adalah Konferensi 20 tahunan PBB tentang pemukiman dan pengembangan perkotaan berkesinambungan yang akan berlangsung di Quito, Ecuador bulan Oktober tahun ini.

Mulai 17 Oktober 2016 perwakilan seluruh dunia akan berkumpul dan membicarakan mengenai agenda dua puluh tahun ke depan untuk menegaskan kembali komitmen politik dalam permasalahan perkotaan.

Tujuan perhelatan dunia ini adalah untuk menyusun strategi pembangunan kota yang berkesinambungan, melakukan evaluasi apa yang sudah dilakukan dan telaahan berkaitan dengan isu pengentasan kemiskinan,  peningkatan kualitas hidup dan berbagai tantangan baru di perkotaan dunia yang disebut sebagai New Urban Agenda.

Dunia memasuki era perkotaan, dimana sebagian besar masyarakatnya tinggal di perkotaan. Kota adalah konurbasi dari sejarah, peradaban, kebhinekaan maupun budaya.

Fenomena urbanisasi menjelma menjadi sebuah kekuatan manifestasi pola cara berfikir, berbuat, bagaimana kita menggunakan ruang, gaya hidup, sosial, budaya, hubungan dan kegiatan ekonomi, serta bagaimana pola produksi dan konsumsi.

PBB meyakini bahwa urbanisasi telah secara signifikan mendorong pertumbuhan ekonomi, menghasilkan pembangunan dan menciptakan kesejahteraan di beberapa tempat.

Pada saat yang bersamaan, urbanisasi itu pun memiliki berbagai tantangan termasuk diantaranya kemiskinan multidimensi, penurunan kualitas lingkungan, kerentanan terhadap bencana.

Peran sentral proses perencanaan kota dalam mengadaptasi isu-isu terkini seperti perubahan iklim serta perpindahan dan pertumbuhan populasi dunia akan menjadi tantangan kita 20 tahun ke depan.

Sebelum Quito, persiapan yang paling penting adalah Preparatory Committee Meeting atau Prepcom yang akan diselenggarakan di Surabaya pertengahan Juli mendatang.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X