Ikuti China, Jerman Rancang Lampu Trotoar buat Pecandu Medsos

Kompas.com - 09/05/2016, 17:00 WIB
Pemerintah Kota Augsburg memasang lampu lalu lintas baru di trotoar jalan sehingga ketika para pejalan kaki menunduk sambil melihat ponselnya maka mereka tidak akan melewatkan lampu lalu lintas tersebut. Ridwan Aji Pitoko/Kompas.comPemerintah Kota Augsburg memasang lampu lalu lintas baru di trotoar jalan sehingga ketika para pejalan kaki menunduk sambil melihat ponselnya maka mereka tidak akan melewatkan lampu lalu lintas tersebut.
|
EditorHilda B Alexander

AUGSBURG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Augsburg, Jerman, membuat satu kebijakan baru guna mengakomodasi fenomena yang terjadi saat ini.

Mereka melihat bahwa kini para pejalan kaki begitu sibuk melihat smartphone atau ponselnya dan mengindahkan keberadaan serta fungsi lampu lalu lintas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Oleh sebab itu, Pemerintah Kota Augsburg memasang lampu lalu lintas baru di trotoar jalan sehingga ketika para pejalan kaki menunduk sambil melihat ponselnya, mereka tidak akan melewatkan lampu lalu lintas tersebut.

"Kebijakan ini menciptakan level baru dalam hal kepekaan terhadap lampu lalu lintas," ucap Humas Pemerintah Kota Augsburg, Stephanie Lermen.

Lermen mengatakan bahwa uang yang digunakan untuk membuat lampu lalu lintas melekat di trotoar dihabiskan dengan bijaksana.

Pasalnya, sebuah survei baru-baru ini di beberapa kota Eropa, termasuk Berlin menemukan bahwa 20 persen pejalan kaki terdistraksi oleh ponsel mereka.

Survei lainnya menunjukkan, anak-anak muda paling besar kemungkinannya untuk mengorbankan keselamatannya hanya sekadar melihat profil Facebook atau pesan WhatsApp.

Permasalahan itu bahkan semakin parah di Amerika Serikat (AS). Sebuah survei yang dilakukan Universitas Washington menemukan bahwa 1 dari 3 warga AS sibuk bermain ponsel ketika berada di perempatan jalan.

Menurut surat kabar Jerman, Süddeutsche Zeitung, tidak semua orang menganggap lampu lalu lintas di trotoar adalah ide bagus.

Beberapa dari mereka bahkan menganggap proyek tersebut membuang pajak yang telah mereka bayar.

"Sampai sekarang, saya bahkan tidak menyadari keberadaan lampu lalu lintas tersebut," kata salah satu pejalan kaki.

Tetapi pemerintah kota mengatakan sebaliknya, proyek ini merupakan yang terbaik untuk warga Augsburg.

Gagasan pemasangan lampu lalu lintas di trotoar datang setelah gadis berusia 15 tahun tewas tertabrak trem.

Menurut laporan polisi, gadis tersebut terganggu oleh ponselnya ketika sedang menyeberang jalan.

Augsburg bukan satu-satunya kota yang telah menciptakan proyek lampu lalu lintas di trotoar karena sebelumnya kota Chongqing di China sudah menerapkannya pada 2014 silam.

Baca: China Punya Trotoar Khusus "Pencandu" Ponsel



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.