Kompas.com - 01/05/2016, 18:02 WIB
Abraj Al Bait merupakan kompleks bangunan milik Pemerintah Arab Saudi dan dikembangkan oleh perusahaan konstruksi terbesar Kerajaan, yakni Saudi Binladin Group. Abraj Al Bait merupakan kompleks bangunan milik Pemerintah Arab Saudi dan dikembangkan oleh perusahaan konstruksi terbesar Kerajaan, yakni Saudi Binladin Group.
|
EditorHilda B Alexander

MEKKAH, KOMPAS.com - Bin Laden Group yang dalam hari-hari terakhir terus didemo ribuan pekerja konstruksinya, bukan perusahaan sembarangan, apalagi abal-abal.

Baca: Ribuan Pekerja Konstruksi Bin Laden Group Lakukan Aksi Pembakaran

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejarah Bin Laden atau biasa disebut Bin Ladin dimulai pada tahun 1931. Selama tahun-tahun awal di bawah pemerintahan Raja Abdul Aziz Al Saud, Muhammad Binladin membentuk perusahaan ini sebagai kontraktor umum.

Seiring perjalanan waktu, kegiatan konstruksi perusahaan pun diperluas dengan menambah divisi bisnis dan operasional baik di dalam negeri Arab Saudi, maupun dunia internasional.

Hingga kini, Bin Laden Group telah menyelesaikan 19 proyek skala mega di dalam negeri, dan 12 proyek jumbo di luar negeri. Di antaranya adalah Bandara Internasional Kuala Lumpur, masjid Putra Jaya, dan Bandara Internasional Mesir.

Namun, satu di antara sejumlah proyek raksasa itu, yang paling menyita perhatian publik adalah Abraj Al Bait.

Abraj Al Bait merupakan kompleks bangunan yang memiliki beberapa gelar atau sebutan, yakni jam wajah terbesar di dunia, bangunan tertinggi ketiga di dunia, struktur bebas berdiri tertinggi di dunia, dan masjid terbesar kedua dunia.

Kompleks bangunan yang terdiri dari tujuh menara itu dibangun dengan biaya sebesar 15 miliar dollar AS atau sekitar Rp 197,7 triliun. Jumlah itu membuat Abraj Al Bait juga mendapat sebutan bangunan termahal di dunia.

Pembuatan kompleks Abraj Al Bait ini sendiri ditujukan untuk menampung jamaah haji yang tiap tahun terus bertambah.

Tujuan itu direalisasikan lewat salah satu menara yang diberi nama Hotel Tower setinggi 601 meter.

Selain Hotel Tower, Abraj Al Bait juga dilengkapi pusat perbelanjaan berlantai lima, garasi parkir, dua landasan helikopter, Museum Islam, dan Pusat Pengamatan Bulan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.