Kompas.com - 18/04/2016, 18:00 WIB
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com — Kegiatan reklamasi dinilai bertentangan dengan visi Presiden Joko Widodo yang ingin mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Dalam visi tersebut disebutkan, salah satu pilarnya adalah untuk menjaga dan mengelola sumber daya laut dengan membangun kedaulatan pangan melalui pengembangan industri perikanan. Hal ini juga menunjukkan bahwa nelayan sebagai pilar utama.

Sementara itu, reklamasi justru mengusir area mata pencarian nelayan. Untuk itu, Ketua Umum Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia Riza Damanik mengganggap, menghentikan sementara pembahasan reklamasi di tingkat DPRD DKI Jakarta merupakan kemajuan.

Lebih baik lagi jika reklamasi dihentikan sama sekali karena tidak membuat nelayan sejahtera.

"Kami melihat saat ini momentum yang baik bagi kita atau untuk akselerasi 3 tahun ke depan agar agenda-agenda poros maritim itu berada di 'rel' yang benar," ujar Riza saat diskusi Perspektif Indonesia dengan topik "Masih Perlu Reklamasi?" di Jakarta, Sabtu (16/4/2015).

Riza menyarankan, salah satu cara pemerintah untuk mewujudkan poros maritim ini adalah membangun kampung nelayan.

Seperti diketahui, kampung nelayan, salah satunya di Muara Angke, terlihat kumuh dan perlu pembenahan. Pembenahan ini, menurut Riza, akan membuat nelayan lebih sejahtera.

Selain itu, pilar poros maritim juga termasuk pengembangan pariwisata maritim. Riza mengatakan, pemerintah juga bisa mendorong adanya inovasi dan pilihan pariwisata lain.

"Pariwisata tidak hanya berbasis lingkungan hidup, tetapi juga berbasis masyarakat, termasuk di kampung nelayan," sebut Riza.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.