Kurangi Risiko "Bubble" Properti, China Perketat Kredit

Kompas.com - 30/03/2016, 22:51 WIB
Ilustrasi apartemen China. Ilustrasi apartemen China.
|
EditorHilda B Alexander

KOMPAS.com - Konstelasi properti di China dapat digambarkan sebagai "pasar ganda". Kota-kota besar berusaha untuk mendinginkan pasar properti, sementara sebagian lainnya tengah berjuang menekan suplai yang berlebihan.

Langkah-langkah baru pun diluncurkan oleh pemerintah kota Shanghai dan Shenzhen dengan harapan bisa mengendalikan spekulasi dan mengurangi risiko gelembung atau bubble properti.

Peneliti Chinese Academy of Social Sciences, Zou Linhua, optimistis harga rumah di kota-kota besar, termasuk Beijing dan Guangzhou, akan meningkat meski dengan laju melambat.

Pasar properti China menunjukkan sebuah "pembagian" gambar, dengan persediaan berlebih di kota-kota kecil dan kekurangan perumahan di kota besar, sehingga menyebabkan kelebihan kapasitas struktural di seluruh sektor.

Stagnasi

Demikian halnya dengan sebagian besar kota lapis kedua, seperti Hangzhou dan Nanjing, memperlihatkan kenaikan harga rumah dengan kecepatan lebih lambat.

"Sedangkan harga rumah di kota-kota lapis ketiga dan di bawahnya, stagnan atau jatuh akibat penuaan, kelebihan pasokan dan restrukturisasi industri yang goyah," kata Zou.

Pada Februari lalu, harga rumah baru di Shanghai melonjak sekitar 20 persen secara tahunan, sementara di Shenzhen melonjak 72 persen.

Pada Jumat silam, pemerintah dari dua kota tersebut memutuskan untuk menghentikan tren ini dengan berbagai cara.

Di antaranya, pembeli rumah kedua di Shanghai sekarang harus membayar deposit 50 persen, dibandingkan dengan sebelumnya 40 persen, dalam rangka memenuhi syarat kredit. Selain itu, nilai minimal uang muka pun ditingkatkan menjadi 70 persen.

 

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X