Kompas.com - 14/03/2016, 16:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Termotivasi melesatnya pengguna internet di Indonesia yang telah mencapai 73 juta orang atau 29 persen dari total populasi, para investor properti melansir aplikasi bertajuk "Projek". 

Projek merupakan konsep aplikasi mobil yang dirancang untuk tujuan menjadi penghubung dan membantu pengembang dan agen dalam mengampanyekan pemasaran produk properti di pasar primer.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dengan aplikasi mobil berbasis Android dan IOS, Projek dirancang sebagai platform teknologi pertama B-to-B di Indonesia di bidang properti,” aku Chief Operating Officer (COO) Projek, Ronny Wuisan, di Jakarta, Senin (14/3/2016).

Ronny menekankan, Projek membantu broker dan pengembang yang mengalami kesulitan menjual properti, terutama rumah dan apartemen.

Caranya mudah, cukup mengunduh aplikasi Projek secara gratis, pengembang dan broker bisa menampilkan properti yang tengah dipasarkan. 

Mereka dan juga konsumen bisa mendapatkan informasi seputar properti dari media daring, progres pembangunan properti, pelatihan atau seminar secara berkala, dan jaringan dunia properti baik lokal maupun mancanegara.

"Informasi teraktual akan disampaikan melalui notifikasi," kata Ronny.

Investor Projek, Andy K Nathanael menimpali, saat ini pengembang yang sudah bekerjasama memasarkan produknya adalah PT Agung Podomoro Land Tbk, PT Sentul City Tbk, dan Grup Mitra 10.

"Sejak akhir tahun 2015, Projek telah berhasil menjadi aplikasi mobil untuk pemasaran resmi beberapa properti. Nilai kontraknya Rp 1,4 triliun," sebut Andy.

Sekitar 40 persen dari total nilai kontrak tersebut sudah dalam proses reservasi oleh para agen. Hingga kini, Projek sudah memiliki 3.800 anggota dengan lebih dari 1.000 agen. 


Berharap terserap  

Presiden Direktur PT Sentul City Tbk Keith Steven Muljadi berharap, penggunaan jasa pemasaran berbasis aplikasi mobil ini dapat membantu penjualan produk teranyarnya.

"Kami sedang memasarkan apartemen Saffron Noble sebanyak 728 unit yang merupakan tower pertama dari Saffron Residential di Centerra, superblok di Sentul City. Kami berharap seluruhnya terjual melalui Projek," cetus Keith.

Saffron Noble terdiri dari 728 unit hunian yang menawarkan tipe studio (34,5 m2), satu kamar tidur (52,6 m2), dan dua kamar tidur (63,8 m2).

Sementara PT Agung Podomoro Land Tbk memanfaatkan Projek untuk menjual Podomoro Golf View, Cimanggis, Depok. 

Menurut General Manager Marketing APLN, meskipun nama APLN merupakan jaminan terjualnya proyek-proyek apartemen, namun dalam perkembangan aktual seperti sekarang, pemasaran digital perlu dilakukan.

"Karena itu kami memasarkan tiga menara kedua dari Podomoro Golf View melalui Projek. Semoga bisa makin cepat terserap pasar," tuntas. Alvin.


 

 

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.