Kompas.com - 02/03/2016, 17:30 WIB
Pemandangan Danau Toba dari Hotel Niagara, Toba, Sumatera Utara, Sabtu (8/1/2016) YOGA SUKMANA/KOMPAS.comPemandangan Danau Toba dari Hotel Niagara, Toba, Sumatera Utara, Sabtu (8/1/2016)
|
EditorHilda B Alexander

MEDAN, KOMPAS.com - Demi mewujudkan rencana besar Pulau Samosir dan Danau Toba sebagai salah satu dari 10 destinasi wisata prioritas di Indonesia, dibutuhkan pengembangan dan peningkatan akses jalan, fasilitas, permukiman, penyediaan air bersih serta berbagai prasarana lainnya.

Untuk aksesibilitas, pemerintah diharapkan dapat membangun jalan tol dari Tebing Tinggi hingga ke Pematang Siantar, serta peningkatan jalan dari Kabanjahe ke Parapat. Demikian halnya peningkatan jalan dari Bandar Udara Silangit ke Danau Toba.

Mengutip situs Kementerian Pariwisata, pembangunan jalan baru, pemeliharaan, pelebaran, rekonstruksi dan rehabilitasi jalan senilai Rp 297,150 miliar.

Pembangunan, pemeliharaan, pelebaran, dan rehabilitasi akses jalan itu dilakukan di Kabupaten Karo, Kabupaten Asahan, dan Kabupaten Tapanuli Utara.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sendiri akan mengambil alih pembangunan dan peningkatan akses jalan ke kawasan wisata tersebut.

"Saya baru mau ke Danau Toba, mau lihat apa yang harus dibangun di Danau Toba, Pulau Samosir. Ini jalan wisata, saya harus lihat jalan kabupatennya juga, jadi pemerintah pusat membangun wisatanya di mana," ucap Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hediyanto W Husaini, kepada Kompas.com, Selasa (2/3/2016).

Biasanya, kata Hediyanto, obyek wisata dapat diakses melalui jalan kabupaten yang dibiayai pemerintah daerah, bukan jalan nasional yang dibiayai pemerintah pusat.

Namun, karena telah ditetapkan menjadi destinasi wisata strategis, pemerintah pusat akan mengambil alih pembangunan jalan tersebut menjadi jalan nasional.

Kebutuhan vital lainnya adalah pengembangan dan pengelolaan sarana air berupa jaringan irigasi, rawa, waduk, embung, situ dan penampung air lainnya serta penyediaan air baku di beberapa kawasan pendukung.

Di Kabupaten Tapanuli Utara membutuhkan Rp 76,7 miliar untuk pengembangan sarana air tersebut. Sementara Kabupaten Samosir membutuhkan dana Rp 13 miliar.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.