Kompas.com - 29/02/2016, 12:23 WIB
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Disahkannya Undang-undang (UU) Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) dinilai memberatkan sejumlah pihak terutama para pengusaha.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dengan tegas menolak UU Tapera karena menambah beban iuran yang sudah ada, antara lain Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

Tak hanya Apindo, asosiasi pengembang Real Estat Indonesia (REI), juga bersuara sama. Mereka kompak menolaknya.

"Apindo dan REI tentu nanti bisa mengawal itu semua, sehingga program ini bisa berjalan baik dan tidak membebani semua pihak," ujar Ketua Umum Realestat Indonesia (REI) Eddy Hussy di Jakarta, Jumat (26/2/2016).

Dalam kondisi ekonomi seperti sekarang, beban iuran menjadi kekhawatiran di dunia usaha. Namun demikian, pada prinsipnya Eddy menilai Tapera ini memiliki tujuan yang baik, namun perlu dipertimbangkan kembali bagaimana mengawalnya supaya kekhawatiran tersebut bisa teratasi.

Ia juga mengatakan, meski bertujuan untuk mengatasi kebutuhan rumah, Tapera juga memiliki masalah karena tumpang tindih sengan pungutan Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS).

Untuk itu, pemerintah dan pelaku usaha harus mencari solusinya. Dalam sektor perumahan, lanjut dia, terdapat industri terkait yang menarik banyak tenaga kerja, misalnya kontraktor dan industri turunan properti.

"Sebaiknya kalau bicara beban, kami sebagai pengembang juga tidak mau kalau terlalu berat, karena pembangunan proeprti melibatkan banyak tenaga kerja," tuntas Eddy.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.