Sertifikat Tak Kunjung Terbit, Ratusan Warga Violet Garden Bekasi Resah

Kompas.com - 18/02/2016, 22:00 WIB
Ilustrasi. www.shutterstock.comIlustrasi.
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Ratusan warga perumahan Violet Garden, Kranji, Bekasi, mengaku resah, dan terpaksa harus gigit jari. Pasalnya, sertifikat hak milik (SHM) atas lahan dan rumah mereka hingga kini tak kunjung terbit. 

Padahal, sertifikat tersebut merupakan bukti kepemilikan atas lahan dan bangunan yang sudah mereka lunasi sejak tiga tahun lalu (2013), baik dengan cara tunai keras, tunai bertahap, maupun cicilan kredit pemilikan rumah (KPR).  

Salah warga penghuni Violet Garden, Luthfi Natadirdja, menuturkan, berbagai cara dan pendekatan damai sudah dilakukan. Mulai dari menelepon pengembang, yakni PT Nusuno Karya, hingga mendatangi kantor pusat mereka di Jalan Raya Jatiwaringin Nomor 9 A Lantai 2, Bekasi.

"Namun, hasilnya nihil. Kami diping-pong ke sana ke mari. Tak ada kejelasan," ujar Luthfi kepada Kompas.com, Kamis (18/2/2016). 

Karena tak ada kejelasan, lanjut Luthfi, beberapa perwakilan warga kemudian meminta advokasi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pancasila untuk melakukan mediasi dengan PT Nusuno Karya. 

Sayangnya, upaya tersebut juga tak menampakkan hasil. Hingga kemudian warga yang didampingi LBH Pancasila melaporkan dugaan penyalahgunaan sertifikat ini kepada Polda Metro Jaya pada 11 November 2015. 

Dari keterangan LBH Pancasila, Luthfi mendapat informasi, sertifikat yang seharusnya menjadi hak warga perumahan Violet Garden ternyata masih berupa sertifikat induk.

Sertifikat induk ini pun kemudian dijadikan agunan kepada PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) yang kini telah berganti nama menjadi PT Bank Maybank Indonesia Tbk.

"PT Nusuno Karya menjaminkan sertifikat tersebut ke BII untuk meraup sejumlah dana," tambah Luthfi.

BII, lanjut Luthfi, bukanlah bank pertama yang menerima jaminan sertifikat induk perumahan Violet Garden yang diagunkan PT Nusuno Karya. Sebelumnya, pengembang ini diketahui mengagunkan sertifikat induk ini ke PT Bank Bukopin Tbk. 

"Sekarang, hidup kami tidak tenang," cetus Luthfi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X