Percuma Punya "Smart Home" kalau Listriknya Mengerikan!

Kompas.com - 11/02/2016, 06:11 WIB
Thinkstock Meski perangkat serba otomatis, smart home tetap butuh dukungan listrik aman
|
EditorLatief

KOMPAS.com – Betapa enaknya punya rumah pintar atau smart home. Anda tak perlu lagi serenteng kunci untuk buka tutup pintu rumah. Mengatur suhu, menyalakan peralatan elektronik, hingga memantau keamanan pun tak perlu berkeliling rumah. Tapi, tampaknya akan tidak lucu kalau peranti yang sudah pintar itu malah tidak berkutik hanya gara-gara tak ada listrik.

Pasar rumah cerdas diperkirakan terus melonjak dan menyebar. Merujuk data Allied Market Research yang dirilis pada Desember 2015 lalu, pasar peralatan pendukung rumah cerdas akan menghasilkan tak kurang dari 38,35 miliar dollar AS pada 2020. Dengan kurs Rp 13.500 per dollar AS saja, nilainya mencapai sekitar Rp 500 triliun.

Saat ini, Amerika Serikat dan Eropa masih mendominasi pasar rumah pintar dan peranti penunjangnya. Namun, lembaga yang sama memperkirakan, pada 2018 pasar utama bergeser ke kawasan negara-negara berkembang.

Di Indonesia, rumah pintar sudah bisa ditemukan antara lain di Serpong dan Cibubur. Pada dasarnya, smart home adalah rumah yang menerapkan sistem otomatisasi untuk beragam keperluan, mulai buka tutup pintu, pengamanan, hingga penggunaan beragam peralatan sehari-hari.

Ada empat sistem yang jamak dipakai untuk menunjang operasionalisasi rumah pintar. Keempat sistem itu adalah berbasis jaringan kabel khusus aplikasi (structured wiring), menumpang jaringan listrik rumah, memanfaatkan teknologi wireless (wi-fi), atau memakai jaringan kabel telepon.

Prinsip kerja semua sistem itu sama, yaitu menghubungkan beragam peranti dalam satu jaringan komunikasi dan kendali. Penghuni tinggal berbekal remote control atau bahkan gadget untuk mengatur dan memakai beragam peralatan tersebut. Khusus structured wiring, sistem ini hanya bisa dipakai untuk rumah baru, dipasang bersamaan dengan pembangunan rumah.

Thinkstock Ilustrasi listrik aman
Listrik aman

Apapun sistem yang dipakai untuk smart home menjadikan aliran listrik mutlak tak boleh putus. Itu sudah satu keharusan agar semua peralatan yang terhubung dalam jaringan teknologi informasi itu tetap aktif.

Banyak peranti elektronik sudah memakai baterai untuk tetap memastikannya menyala ketika aliran utama listrik terputus. Tetapi, masih ada juga yang belum punya sistem seperti itu, seperti pada televisi dan pengatur suhu ruangan.

Lebih penting lagi, peranti-peranti hub, router, dan modem yang menjadi penghubung sesama peranti teknologi informasi di rumah maupun dengan jaringan internet, rata-rata juga tak dibekali baterai. Tanpa pasokan daya listrik, peralatan-peralatan ini praktis tak berfungsi atau terkunci di posisi terakhir.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X