LRT Katrol Harga Lahan Hingga 200 Persen

Kompas.com - 04/02/2016, 15:51 WIB
Presiden Joko Widodo didampingi (kiri ke kanan) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Jaksa Agung HM Prasetyo, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono saat peletakan batu pertama proyek sistem transportasi kereta ringan (light rail transit/LRT) Jabodetabek di kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Rabu (9/9/2015). Pembangunan dua koridor awal LRT yakni Cibubur-Cawang-Dukuh Atas sepanjang 24,2 kilometer (km) dan rute Bekasi Timur-Cawang-Dukuh Atas sepanjang 17,9 km anggarannya mencapai Rp 23,8 triliun, ditargetkan selesai dalam tiga tahun. KOMPAS/HENDRA A SETYAWANPresiden Joko Widodo didampingi (kiri ke kanan) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Jaksa Agung HM Prasetyo, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono saat peletakan batu pertama proyek sistem transportasi kereta ringan (light rail transit/LRT) Jabodetabek di kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Rabu (9/9/2015). Pembangunan dua koridor awal LRT yakni Cibubur-Cawang-Dukuh Atas sepanjang 24,2 kilometer (km) dan rute Bekasi Timur-Cawang-Dukuh Atas sepanjang 17,9 km anggarannya mencapai Rp 23,8 triliun, ditargetkan selesai dalam tiga tahun.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak dapat disangkal, pengembangan infrastruktur mampu mendongkrak bisnis properti di sekitarnya. Termasuk pembangunan kereta api ringan atau light rail transit (LRT).

Jalur LRT dirancang sepanjang 83,6 kilometer dan dibangun dalam dua tahap. Masing-masing terdiri dari tiga lintas pelayanan, yakni tahap 1 meliputi lintas layanan Cibubur-Cawang, Bekasi Timur-Cawang, Cawang-Dukuh Atas dengan 21 stasiun dan panjang 42,1 kilometer.

Tahap dua lintas pelayanan Cibubur-Bogor, Dukuh Atas-Palmerah-Senayan, dan Palmerah-Grogol dengan panjang 41,5 kilometer. Rencananya akan dibangun dua tahap yang terdiri dari tiga lintas pelayanan.

Tahap 1 meliputi lintas layanan Cibubur-Cawang, Bekasi Timur-Cawang, Cawang-Dukuh Atas dengan 21 stasiun dan panjang 42,1 kilometer.

Tahap dua lintas pelayanan Cibubur-Bogor, Dukuh Atas-Palmerah-Senayan, dan Palmerah-Grogol dengan panjang 41,5 kilometer. Rencananya, akan ada 10 stasiun pada tahap dua.

Dampaknya, lahan dan properti beberapa wilayah yang akan menjadi titik-titik pertemuan atau stasiun LRT diprediksi bakal mengalami kenaikan harga signifikan.

Namun, itu sangat tergantung pada ketersediaan atau pasokan lahan kosong yang ada. Bila lahan kosong di sekitar titik pertemuan LRT tersebut tidak terlalu luas, kenaikan harganya paling banter 20 persen.

Sebaliknya, jika pasokan lahan kosong masih sangat luas, bukan tidak mungkin lonjakan harga akan menembus 200 persen.

"Kenaikannya sulit diprediksi ya, kalau memang lahan yang tersisa sedikit paling bisa naik 20 persen. Tapi kalau ketersediaan lahannya banyak bisa mencapai 200 persen," kata Prinsipal LI Realty, Ali Hanafia kepada Kompas.com, di Jakarta, Rabu (3/2/2016).

Dua tahun lalu, harga lahan di kawasan Cibubur sekitar Rp 5 juta hingga Rp 10 juta per meter persegi. Kini sudah menembus angka Rp 10 juta hingga Rp 15 juta per meter persegi untuk kawasan komersial.

Sementara di Bekasi Timur, dua tahun lalu masih berada pada level Rp 6 juta hingga Rp 12 juta per meter persegi, kini menyentuh Rp 9 juta sampai Rp 20 juta untuk kawasan komersial.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X