Synthesis Square Hidupkan Kembali Gengsi Koridor "Gatsu"

Kompas.com - 28/01/2016, 19:38 WIB
Kondisi Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Minggu (24/1/2016). Di sepanjang koridor ini ada tujuh proyek skala besar yang sedang dikembangkan. Erry WijayaKondisi Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Minggu (24/1/2016). Di sepanjang koridor ini ada tujuh proyek skala besar yang sedang dikembangkan.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Perlahan tapi pasti, koridor Gatot Subroto (Gatsu) menjadi lokasi bisnis incaran dan siap bersaing dengan kawasan Segi Tiga Emas atau central business district (CBD) Jakarta lainnya.

Saat ini koridor Gatsu menjadi lokasi dari delapan proyek skala besar pengembang-pengembang Nasional.

Salah satunya adalah proyek Synthesis Square dari Synthesis Development. Proyek ini dirancang sebanyak tiga tower yang terdiri dari apartemen bertajuk The Residence dan fasilitas perkantoran Tower 1 dan Tower 2.

Selain untuk pebisnis, Synthesis Square juga didedikasikan untuk konsumen asing (ekspatriat). 

"Koridor Gatsu masuk dalam CBD dan banyak perusahaan berlokasi di sini. Jadi masuk ke dalam pasar potensial untuk asing," ujar Managing Director Synthesis Square, Julius Warouw, di Jakarta, Kamis (28/1/2016).

Apartemen The Residences dibanderol dengan harga rata-rata Rp 36 juta per meter persegi dengan luas minimal unitnya 63 meter persegi dan maksimal 170 meter persegi.

Jadi jika dijumlah harganya berkisar antara Rp 2,2 miliar sampai Rp 6,1 miliar per unitnya. Synthesis Development hanya menyediakan 84 unit apartemen.

Untuk area perkantoran, Synthesis Development membangun dua tower. Tower pertama berkonsep high end dan tower keduanya merupakan kantor dengan konsep boutique office.

Meski mengaku belum memasang harga untuk area perkantoran, Julius menyatakan sudah banyak yang berminat, sama halnya dengan Tower 2 yang mengusung konsep boutique office.

"Boutique office sudah 60 persen sold out, harganya Rp 40 juta per meter. Kalau mau beli ya langsung satu lantai," tambahnya.

Sementara satu tower lagi, lanjut Julius, akan dijadikan high end office dengan teknologi yang menerapkan integrasi peralatan komunikasi pribadi melalui serat optik atau serat kabel.

"Ke depannya, high end office ini membuat karyawan memiliki jaringan virtual pribadi di mana mereka akan terintegrasi dengan jaringan kantor dan menjadikannya sebagai id card, access card, dan sebagainya," jelas Julius.

Untuk saat ini, Synthesis Development baru melakukan penjualan untuk boutique office, sedangkan apartemen baru masih dalam tahap reservasi dan benar-benar akan dijual pada akhir Februari 2016.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X