Mengintip “Pasar Malam” di Kantor Bukalapak

Kompas.com - 14/01/2016, 07:24 WIB
Lantai dasar sekaligus lobi kantor baru situs belanja online Bukalapak.com. Gambar diambil pada Selasa (12/1/2016). Dok BukalapakLantai dasar sekaligus lobi kantor baru situs belanja online Bukalapak.com. Gambar diambil pada Selasa (12/1/2016).
|
EditorPalupi Annisa Auliani


Selamat datang di pasar besar UKM Indonesia.

KOMPAS.com—Kalimat tersebut  terpampang di pintu masuk Plaza City View, Kemang Timur, Jakarta Selatan. Inilah “markas besar” Bukalapak.com, salah satu situs belanja online Indonesia. Bukan sekadar slogan, kalimat itu mewakili keseluruhan konsep penataan kantor sekaligus visi perusahaan. Mau mengintip?

Beragam warna memenuhi mata, ketika founder dan CEO Bukalapak.com Achmad Zaky mengajak para tamu berkeliling kantornya, Selasa (12/1/2016). Gambar komedi putar, aneka bendera, dan tenda-tenda warna-warni, misalnya, menjadi motif pelapis dinding lobi di lantai dasar. Ada rumput buatan pula di sini.

KOMPAS.com/SRI NOVIYANTI Founder dan CEO Bukalapak.com, Achmad Zaky, di kantor barunya di kawasan Kemang, Jakarta, Selatan. Gambar diambil pada Selasa (12/1/2016)
“Ya, memang sengaja dibuat mirip pasar malam,” ujar Zaky, seperti membaca pikiran para tamunya. Kantor baru yang diresmikan bertepatan dengan perayaan ulang tahun keenam situsnya, pada hari itu, memang sengaja memakai konsep pasar. “Karena di pasar-lah penjual dan pembeli bertemu dan juga tawar-menawar.”

Menurut Zaky, pasar adalah analogi paling pas untuk situs belanja seperti miliknya, yang membuka peluang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di pasar, kata dia, siapa pun boleh masuk tanpa batas strata apalagi usia.

“Sejak dulu, pasar itu adalah jantung ekonomi kita (masyarakat Indonesia),” tegas Zaky. Di kantor barunya, nuansa pasar tradisional di Jakarta juga dihadirkan. Sebut saja Pasar Tanah Abang, Pasar Baru, Pasar Mangga Dua, atau Pasar Burung.

Bioskop dan pasar burung pun ada

Memasuki kantor tersebut, pengunjung akan langsung berhadapan dengan tangga menuju lantai dua selepas melewati pintu masuk. Beberapa ruang rapat ada di lantai dasar.

Di lorong menuju ruang rapat itu, ada gerbong mini kereta api. Memuat bangku dan meja berjajar, gerbong ini bukan sekadar hiasan melainkan tempat kerja atau sekalian bersantai.

“Kami ingin menciptakan suasana kantor yang menyenangkan,” kata Zaky. “Kantor ini didesain agar para pekerja dapat berkarya secara mobile di seluruh ruangan. Jadi bekerja bisa lebih nyaman dan tidak bosan,” ungkap dia.

Dok Bukalapak Salah satu ruang rapat di kantor baru situs belanja online Bukalapak.com yang memakai tema permainan "jadul", ding-dong. Gambar diambil pada Selasa (12/1/2016)

Tidak main-main, satu ruangan sampai mendapat nama “Ding-dong” dalam sederet huruf kapital. Bagi generasi 80-an, nama itu bisa membawa terbang ingatan ke salah satu jenis mainan yang happening pada masa itu.

Dan, benar saja, seluruh dinding dalam ruang itu penuh tempelan gambar mesin permainan tersebut. Ada bangku dan meja bergambar jenis permainan "jadul" lain pula di tengah ruangan.

Berlanjut ke bagian belakang lantai dasar gedung, ada ruang lapang menghampar di sana. Inilah tempat istirahat para karyawan. Ada lapangan basket, kedai, dan bahkan ruang bioskop lengkap dengan bangku bertingkat menghadap sebuah proyektor besar.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X