Hemat Energi Pada Bangunan Tak Cukup Embel-embel Desain "Hijau"

Kompas.com - 04/12/2015, 06:15 WIB
Berangkat dari fenomena urbanisasi, industrialisasi dan juga kondisi krisis energi yang semakin nyata, efisiensi energi menjadi suatu hal yang mutlak kita galakkan. ThinkstockBerangkat dari fenomena urbanisasi, industrialisasi dan juga kondisi krisis energi yang semakin nyata, efisiensi energi menjadi suatu hal yang mutlak kita galakkan.
|
EditorLatief

KOMPAS.com - Gedung ramah lingkungan belakangan ini makin digalakan sebagai regenerasi infrastruktur. Selain sebagai antisipasi krisis energi dan dampak alam lainnya, hal itu juga dilakukan untuk menjaga Total Cost Ownership (TCO) pada sebuah bangunan.

"Berangkat dari fenomena urbanisasi, industrialisasi dan juga kondisi krisis energi yang semakin nyata, efisiensi energi menjadi suatu hal yang mutlak kita galakkan," kata Country President Schneider Electric Indonesia, Riyanto Mashan, Kamis (26/11/2015).

Implementasinya tidak hanya terikat pada pada desain “hijau”, namun juga sistem kelola serta konsumsi energi. Salah satunya adalah cara mengatur berjalannya aliran air pada bangunan.

"Pemakaian pompa air memakan energi yang cukup besar karena kegiatan distribusi ke tiap bagian gedung atau bangunan lainnya," kata Riyanto.

Riyanto melanjutkan, pengelolaan pompa membutuhkan sistem yang tidak hanya dipandang sebagai sebuah produk pengendali. Tugasnya menaikkan dan menurunkan kecepatan motor listrik untuk mengalirkan air sebaiknya disertai pula dengan kemampuan mengontrol besar pemakaian energi.

Hemat 30 persen

Beberapa desain pompa atau motor penggerak biasanya dilengkapi dengan drive untuk mengatur konsumsi energinya. Drive ini menjadi penting karena memberikan layanan untuk mengoptimalkan manajemen proses, energi, dan aset dalam bangunan.

"Melalui Altivar Process dari Schneider Electric, kami memberikan solusi proses ini yang terintegrasi. Energi listrik yang dipakai pada pompa air bisa dikurangi hingga 30 persen meski pompa tetap berjalan dengan normal," ujar Riyanto.

Altivar Process dikendalikan mengandalkan tiga fitur utama, yaitu power meter, Dynamic QR Code, dan Webserver. Fitur tersebut tidak hanya membantu efisiensi operasional harian, namun juga sebagai pelindung aset.

Fitur power meter menyediakan akurasi data energi dan mekanik lebih dari 5 persen. Altivar Process memberikan indikator utama dari proses industrial serta informasi hubungan antara konsumsi energi dan produksi. Fungsi ini terkait akan proses tindak lanjut dan deteksi hasil pemasangan secara kuantitatif dan terukur.

Sementara itu, Dynamic QR Code merupakan identitas unik dari setiap Altivar Process. Dengan sekali pindai, dokumentasi teknis dan informasi kerusakan dapat langsung tersedia dan diakses secara lengkap.

"Kerusakan mesin bisa ditangani dengan cepat karena proses identifikasi dilakukan dengan memindai kode pada perangkat. Cara ini mampu menghemat waktu dan lebih produktif karena informasi diterima langsung melalui gadget lewat sambungan Ethernet," kata Riyanto.

Sambungan pada ponsel atau komputer dimungkinkan dengan bantuan fitur webserver. Halaman situs penyedia data mudah diakses melalui browser bawaan ponsel sehingga pemantauan, diagnosis, dan perintah pengaturan terhadap drive dapat dilakukan secara real-time.

Altivar process juga menyediakan informasi titik operasi pompa, apakah pompa sudah bekerja di titik paling efisien atau belum. Informasi ini penting untuk melindungi pompa dari kondisi dry running, high flow, serta berbagai kasus yang membahayakan umur produktif pompa, motor, dan bahkan pipa.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X