Demi Standar Hidup yang Sama, Jadebotabek Akan Menjadi Satu Kawasan

Kompas.com - 23/10/2015, 15:00 WIB
Tugu Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Kamis (17/7/2014). Monumen peringatan setinggi 132 meter ini didirikan pada 1951 dan diresmikan pada 1961. Setiap hari libur, Monas kerap dikunjungi banyak wisatawan. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO-RODERICK ADRIAN MOZESTugu Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Kamis (17/7/2014). Monumen peringatan setinggi 132 meter ini didirikan pada 1951 dan diresmikan pada 1961. Setiap hari libur, Monas kerap dikunjungi banyak wisatawan.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tengah merumuskan formula untuk mengintegrasikan kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Kawasan ini akan menjadi satu di bawah Kepala Kantor Wilayah BPN Jabodetabek. Selama ini, menurut Menteri ATR/BPN Ferry Mursyidan Baldan, Jakarta selalu dinomorsatukan dibanding kota penyangga di sekitarnya.

"Kita nanti keluarkan kebijakan penataan lahan wilayah Jabodetabek. Selama ini tidak terbangun pemahaman warga Jabodetabek. Pemahaman masyarakat, Jakarta tidak boleh banjir, lalu Bekasi, Depok, Bogor, boleh banjir? Jakarta tidak boleh macet, lalu Bekasi, Depok, Bogor, Tangerang tidak boleh macet?" ujar Ferry kepada Kompas.com, Kamis (22/10/2015).

Begitu pula dengan upah buruh, Ferry mengatakan, sangat berbeda gaji pekerja di Jakarta dengan Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Padahal, jaraknya tidak terlalu jauh. Hal ini yang membuat penduduk di kota-kota sekitarnya memilih bekerja, dan memenuhi Jakarta setiap hari.

www.shutterstock.com Kawasan Monas dan perkantoran Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat
Ferry menekankan, pekerja yang tinggal di Jabodetabek nantinya bakal memiliki standar hidup yang sama. Hal yang sering ditemukan saat ini, pekerja yang tinggal di Jakarta Timur, kerja di Bekasi atau sebaliknya. Seharusnya, upah pekerja juga tidak jauh berbeda.

Dengan demikian, pola pikir bawa Jabodetabek merupakan kota-kota terpisah, harus diperbaiki. Jabodetabek adalah satu kawasan di mana transportasinya juga terintegrasi.

Membangun wilayah Jabodetabek, harus dipotret sebagai satu kesatuan yang utuh. Ferry mencontohkan, pembangunan taman, pengembangan industri, pemukiman, dan pendidikan di Jabodetabek. Artinya, ke depan, pemerintah tidak lagi bangun perguruan tinggi khusus untuk Bekasi saja, misalnya.

"Kalau menyatu, didorong untuk membangun fasilitas yang terintegrasi. Nanti bisa dibicarkan teknisnya, yang jelas nanti jadi satu RDTR (Rencana Detail Tata Ruang)," sebut Ferry.

Fungsi-fungsi ini, lanjut dia, berada di dalam konteks kelembagaan Kementerian ATR. Untuk itu, kepala pertanahan wilayah Jabodetabek akan bertanggung jawab, supaya tidak ada konflik yang berbeda di kawasan tersebut.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X