Delapan Karya Arsitektur Raih IAI Awards 2015

Kompas.com - 23/09/2015, 20:00 WIB
Ilustrasi Dreamstime.comIlustrasi
|
EditorHilda B Alexander

MEDAN, KOMPAS.com - Delapan karya arsitektur memenangkan anugerah Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Awards 2015. Kedelapan karya ini terpilih menjadi yang terbaik di antara 124 karya lainnya.

Ketua Bidang Sayembara dan Penghargaan IAI Ruben Tangido mengatakan, IAI Awards 2015 merupakan penghargaan untuk karya arsitektur dari anggota IAI.

"IAI mengundang anggotanya dari seluruh Indonesia untuk mendaftarkan karyanya sebagai nominasi, yang berupa bangunan gedung atau kawasan yang telah dibangun serta sudah dihuni selama minimal 2 tahun, baik yang berada di dalam maupun di luar negeri," jelas Ruben dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (23/9/2015).

Penilaian terhadap karya arsitektur IAI Awards 2015 ini melibatkan lima pakar di bidangnya masing-masing, yakni Karnaya, Danang Priatmodjo, Rahadian P Herwindo, Chairul Amal Septono, dan Gunawan Tjahjono.

IAI Awards 2015 merupakan bagian dari rangkaian penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) IAI XIV di Medan pada 17-19 September 2015 lalu. Selain memilih delapan karya terbaik, Munas IAI juga menghasilkan Ahmad Djuhara sebagai Ketua Umum IAI periode kerja 2015-2018.


Berikut delapan pemenang IAI Awards 2015:


1. Hotel Ananta Legian, Bali, karya PT Airmas Asri memenangkan kategori komersial
2. Rumah Budaya Sumba, karya arsitek Yori Antar, Paskalis Khrisno Ayodyantoro, dan Varani Kosasih memenangkan kategori bangunan pelestarian non-benda.
3. De Vries, karya arsitek David Bambang Soediono, memenangkan kategori bangunan pelestarian benda.
4. Kantor DMHQ karya tim Aboday yang terdiri dari Ary Indrajanto, dan Armeyn Ilyas memenangkan kategori perkantoran.
5. Townhouse Alexandria karya arsitek Rafael David Pasaribu dari kantor Aboday, memenangkan kategori hunian sedang.
6. Rumah#1 LABO the mori karya tim LABO yang terdiri dari Nelly L. Daniel, dan Deddy Wahjudi, memenangkan kategori bangunan hunian kecil.
7. Gedung Perpustakaan Universitas Indonesia karya arsitek Budiman Hendropurnomo dan Dicky Hendrasto, memenangkan kategori bangunan pendidikan.
8. Studio-o Cahaya karya tim arsitek Mamostudio yang terdiri dari Adi Purnomo, Danny Wicaksono, Sutrisno Raga, dan Adi Yuniarso, memenangkan kategori bangunan mixed use.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X