Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 11/09/2015, 15:09 WIB
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Jenis lampu LED memang bukan jenis lampu yang baru bagi masyarakat Indonesia. Namun, masih ada beberapa kalangan masyarakat menengah yang ragu untuk beralih dari lampu pijar biasa ke LED. Alasannya tak lain karena harga lampu LED lebih mahal, yakni sekitar Rp 50.000 sampai Rp 120.000.

Kendati mahal, mengingat daya tahan yang cukup lama serentang 10 tahun hingga 15 tahun dan pemakaian daya listriknya yang lebih kecil, tentu penggunaan LED jauh lebih hemat dibanding lampu pijar.

Tertarik untuk ikut beralih ke LED? Simak dahulu empat hal yang perlu dipertimbangan sebelum membeli lampu LED.

1. Lupakan satuan Watt

Bila biasanya Anda selalu memperhatikan watt, maka kini perhatikanlah lumen pada lampu LED tersebut. Lumen adalah tingkat kecerahan cahaya. Lampu LED 6-9 Watt dapat menghasilkan lumen 450, setara dengan lampu pijar 60 Watt.

2. Pilih warna hangat untuk hunian

Untuk penerangan interior hunian, umumnya jenis lampu yang dipilih adalah lampu pijar berwarna kuning. Warna ini dianggap dapat memberi citra hangat pada ruang. Dalam standar warna lampu LED, tingkat “hangat” pencahayaannya diukur dalam satuan Kelvin. Anda dapat memilih LED pada kisaran 2.700-3.500 Kelvin.

3. Investasi

Menggunakan lampu LED bisa dibilang seperti investasi, karena biaya yang Anda keluarkan saat membeli akan terbayar kembali dengan penghematan selama penggunaan. Bisa diperkirakan, penggunaan LED 6-8 Watt dalam setahun membutuhkan daya listrik sebesar 329 Kilowatt. Sebagai perbandingan, lampu pijar 60 Watt yang sama terangnya, membutuhkan daya listrik 3.285 Kilowatt dalam setahun.

4. Redup atau cerah, sama murahnya

Menggunakan dimmer untuk mengatur terang-redupnya lampu memang berpengaruh terhadap banyaknya daya listrik yang digunakan. Tapi tidak dengan LED. Anda dapat membeli LED yang memang sudah lengkap dengan dimmer, dan meskipun dinyalakan dalam tingkat intensitas maksimal, daya listrik yang digunakan tetap sama.

5. Harus melepaskan panas

Ketika dinyalakan, sebuah lampu LED memang terasa dingin namun ini tak berarti LED tidak melepaskan panas seperti lampu pijar biasa. Bedanya, panas yang dilepaskan LED ditarik kembali oleh heat sink yang ada di dasar lampu, kemudian panas dihantarkan ke udara.

Bila lampu LED ditempatkan di tempat tertutup, panas yang dilepaskan tentu saja akan terperangkap di ruang tersebut. Dalam jangka waktu lama, kondisi ini dapat merusak daya tahan lampu LED itu sendiri.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+