Pemerintah Akan Bentuk Komite Awasi BP Tapera

Kompas.com - 10/09/2015, 22:00 WIB
Uang rupiah KOMPAS.com/SRI LESTARIUang rupiah
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Jika RUU Tabungan Perumahan Rakyat ( Tapera) selesai diundangkan yang rencananya pada akhir Desember 2015 mendatang, akan ditindaklanjuti dengan pembentukan badan pengelola atau BP Tapera.

Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Maurin Sitorus, mengatakan, BP Tapera ini dibentuk berdasarkan UU Tapera. 

"Setelah BP Tapera terbentuk, operasionalnya mulai berjalan dua tahun setelah UU Tapera ditetapkan yakni tahun 2017," ujar Maurin kepada Kompas.com, usai diskusi Alternatif Pembiayaan Perumahan di gedung eks Kementerian Perumahan rakyat, Jakarta, Kamis (10/9/2015).

Maurin melanjutkan, yang mengawasi BP Tapera nanti adalah sebuah komite yang akan dibentuk dan berisi para profesional di bidangnya. Tugas mereka mengawasi operasionalisasi BP Tapera.

Adapun anggota Komite Tapera ini terdiri dari Menteri PUPR sebagai ketua komite, Menteri Keuangan, Menteri Tenaga Kerja, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan para profesional dari unsur perbankan.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah dan DPR RI akan membahas kembali RUU Tapera pada Oktober 2015 mendatang. RUU Tapera ini sangat penting karena bertujuan untuk menghimpun, dan menyediakan dana murah jangka panjang demi percepatan pembangunan perumahan.

Selama ini, dana yang digunakan untuk membiayai perumahan adalah yang bersifat jangka pendek. Dia menyebut dana perbankan yang mendasarkan pada dana pihak ketiga (DPK). 

Dana jangka panjang ini, akan disediakan melalui Tapera. Dalam lima tahun, Maurin memperkirakan potensi dana yang terkumpul sebanyak Rp 50 triliun hingga Rp 60 triliun. Sementara dalam jangka waktu 20 tahun, diharapkan sebanyak Rp 1.200 triliun hingga Rp 1.300 triliun terhimpun dalam Tapera.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X