Tidak Hanya Alutsista, Pindad Kini Produksi Ekskavator

Kompas.com - 10/09/2015, 15:22 WIB
Peluncuran produk Pindad Excava 200 di PT Pindad, Gatot Subroto, Bandung, Kamis (10/9/2015). Arimbi RamadhianiPeluncuran produk Pindad Excava 200 di PT Pindad, Gatot Subroto, Bandung, Kamis (10/9/2015).
|
EditorHilda B Alexander

BANDUNG, KOMPAS.com - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pindad (Persero) meluncurkan produk baru yakni ekskavator. Sebelumnya, Pindad hanya memproduksi senjata, dan alat utama sistem pertahanan (alutsista). 

"Ekskavator ini bisa dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur. Banyak kebutuhan peralatan berat untuk pembangunan infrastruktur, tidak hanya di sektor pekerjaan umum tapi juga tempat lain," ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono saat sambutan acara peluncuran Ekscava 200, di Kantor PT Pindad, Gatot Subroto, Bandung, Kamis (10/9/2015).

Basuki mengatakan, ekskavator bisa digunakan untuk membangun jalan perbatasan. Menurut dia, membangun jalan di perbatasan cukup sulit. Pasalnya, hutan-hutan masih lebat dan untuk membangun jalan, hutan ini harus dibuka terlebih dahulu.

Kontraktor BUMN PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, tambah Basuki, tengah membuka jalan di wilayah hutan. Mendengar Pindad memproduksi ekskavator, Wika pun berminat untuk membelinya. "Kalau ada lima saja yang tersedia sudah dibawa pulang sekarang. Wika mau mengambil ekskavator ini untuk dibawa ke perbatasan," kata Basuki.

Saat ini, pemerintah tengah membuka hutan untuk jalan dengan total luas sekitar 700 kilometer. Untuk itu, pemerintah akan membeli minimal 500 unit ekskavator milik Pindad. Unit ekskavator ini akan didistribusikan kepada pemerintah kota/kabupaten seluruh Indonesia.

Sementara itu, menurut Direktur Utama PT Pindad Silmy Karim, penyediaan ekskavator ini adalah upaya menyelesaikan tugas yang diberikan oleh negara melalui Kementerian PUPR. Tugas ini juga didukung Badan Perencanan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan Kementerian Pertahanan Nasional.

"Kami mewujudkan kemandirian bagi Indonesia. Hal ini selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo yang mengharapkan Pindad memproduksi produk non-alutsista. Jadi dual use," kata Silmy.

Silmy menjelaskan, memproduksi alutsista adalah titik awal. Pindad terus didukung dalam memproduksi baik alutsista maupun non-alutsista. Menurut dia, Pindad bukan hanya entitas bisnis, tetapi juga BUMN yang punya tugas strategis untuk menghasilkan karya terbaik bagi Indonesia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X