Menyoal "Terjungkalnya" Ciputra Group di Tangan Sinarmas Land Group

Kompas.com - 07/09/2015, 07:00 WIB
|
EditorHilda B Alexander

Terhadap hasil penjurian yang mengejutkan tersebut, banyak pihak kemudian menganggap ajang Indonesia Property Awards 2015 yang baru digelar perdana ini tak beda dengan penganugerahan-penganugerahan lainnya yang sarat aroma duit. 

Namun, salah satu anggota juri, Hendra Hartono dari Leads Property Indonesia, menepis tudingan itu. Bahwa, penganugerahan Indonesia Property Awards 2015 dilakukan secara transparan, dan dimonitor oleh auditor independen yang mengawasi penjurian.

"Sama dengan Asia Property Awards, penyelenggaranya juga Ensigns Co.Ltd., yang telah teruji sejak 2005. Mekanisme yang diterapkan pun serupa. Kami menyebarkan kuesioner kepada para pengembang. Kalau salah satu jurinya adalah klien dari pengembang yang bersangkutan, maka juri tersebut tidak boleh ikut penilaian," papar Hendra, kepada Kompas.com, Minggu (6/9/2015). 

Hendra bercerita, selama masa penjurian Juni-Juli 2015, dua pengembang raksasa ini bersaing ketat. Keduanya sama-sama bersaing dalam jumlah proyek yang dikembangkan. Meski Ciputra Group lebih unggul, namun penilaian tidak hanya berdasarkan pada jumlah proyek.

Penilaian, lanjut Hendra, juga berdasarkan ketepatan dan kecepatan waktu membangun, kualitas produk bangunan, konsep pengembangan, kelengkapan fasilitas dan fitur proyek, hingga mampu bersaing secara global.

"Dari krieria-kriteria tersebut, keduanya masih setara. Sampai akhirnya kami ajukan pertanyaan baru yakni siapa yang bisa merealisasikan sebuah ibu kota Republik Indonesia secara terpadu yang dilengkapi pusat komersial, kawasan industri, pusat belanja, dan pusat konvensi dengan baik dan cepat tepat waktu, jawaban panel juri secara konsensus adalah Sinarmas Land Group," ungkap Hendra.

KOMPAS/HERU SRI KUMORO Chairman Sinar Mas Land Muktar Widjaja, Group CEO Sinar Mas Land Michael Widjaja, dan CEO of AEON Mall Soichi Okazaki (kiri ke kanan), melihat maket Mal AEON setelah penandatanganan kerjasama kedua pihak di Jakarta, Jumat (8/3/2013). Mal suburban bergaya Jepang tersebut rencananya akan dibangun di BSD City, Serpong, Tangerang.


Hendra mengakui, waktu penjurian untuk menentukan kategori pengembang terbaik adalah paling sulit. Selain Ciputra Group, dan Sinarmas Land Group, kandidat lainnya adalah Lippo Group.

Secara skala nasional, kata Hendra, kiprah Ciputra Group memang lebih luas. Tetapi, banyak juga proyek yang dikerjakan dengan menggandeng mitra lokal di daerah. Sementara Sinarmas Land Group sukses mengubah BSD City berevolusi lebih cepat menjadi kota baru yang mandiri.

Setelah mengambil alih BSD City dari Ciputra Group, Sinarmas Land Group secara agresif mengubah proyek ini menjadi terdepan, dan paling komplit dibandingkan proyek skala kota atau township lainnya di Indonesia.

"Selain itu, secara finansial, Sinarmas Land Group juga lebih unggul dari Ciputra Group. Sehingga mereka bisa lebih cepat merealisasikan rencana-rencana strategisnya. Meski demikian, harus diakui juga tidak semua proyek Sinarmas Land sukses," tandas Hendra.

Indonesia Property Awards 2015 merupakan bagian dari penganugerahan internasional Asia Property Awards yang diselenggaraan oleh Ensign, media properti terkemuka di Asia. Perhelatan Asia Property Awards pertama dilangsungkan di Thailand pada 2005 silam.

CEO Ensigns Terry Blackburn mengatakan, penghargaan meliputi 26 kategori yang terbagi dalam konstruksi, arsitektur dan desain interior. Sistem penilaian dijalankan sepenuhnya secara profesional, dan diaudit secara independen.

"Asia Property Awards memperluas jangkauannya hingga ke Tiongkok, Singapura, Malaysia, Indonesia, Filipina dan Vietnam," cetus Terry.

Pasar di negara-negara ini menawarkan beberapa perkembangan properti yang paling inovatif dan menarik di dunia, yang dirancang oleh arsitek terkenal dan dibangun oleh pengembang degan reputasi global.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.