Kompas.com - 05/09/2015, 20:36 WIB
Proses konstruksi struktur Lagoon Apartment @ Bekasi Town Square mencapai tahap akhir. Direktur Utama PT Triputri Natatama, Leonardi Setiawan tengah mengecor beton sebagai simbol penutupan atap, didampingi Direktur PT Triputri Natatama, Suharta, di Bekasi Timur, Sabtu (5/9/2015). Hilda B Alexander/Kompas.comProses konstruksi struktur Lagoon Apartment @ Bekasi Town Square mencapai tahap akhir. Direktur Utama PT Triputri Natatama, Leonardi Setiawan tengah mengecor beton sebagai simbol penutupan atap, didampingi Direktur PT Triputri Natatama, Suharta, di Bekasi Timur, Sabtu (5/9/2015).
|
EditorHilda B Alexander
BEKASI, KOMPAS.com - Termotivasi tingginya kebutuhan hunian di Bekasi, Jawa Barat, PT Triputri Natatama berani menginvestasikan dana senilai Rp 700 miliar.

Fulus sebanyak itu digunakan untuk membangun dua menara apartemen sebanyak 1.345 unit, hotel bintang 3 dengan 160 kamar, ruko, dan fasilitas lainnya dalam area pengembangan Bekasi Town Square seluas 10 hektar.

Direktur PT Triputri Natatama, Suharta, mengungkapkan besaran investasi perusahaannya kepada Kompas.com, usai seremoni tutup atap Lagoon Apartment @ Bekasi Town Square, di Bekasi Timur, Sabtu (5/9/2015).

"Sumber dana berasal dari pinjaman Bank BTN dengan porsi sebanyak 50 persen, dan separuh lainnya merupakan kas internal," ujar Suharta.

Direktur Utama PT Triputri Natatama, Leonardi Setiawan, menambahkan, pasar apartemen di Bekasi semakin terbentuk. Hal itu ditandai dengan tingkat penjualan yang terus menunjukkan kenaikan. 

"Menara pertama telah terserap 90 persen dari total 560 unit. Menara kedua baru tes pasar pada kuartal II-2015 tapi sudah mendapat komitmen 30 persen dari total 785 unit," tutur Leonardi. 

Oleh karena itu, kata Leonardi, perusahaannya percaya diri segera melansir secara resmi menara kedua Lagoon Apartment dalam waktu dekat. Harga yang dipatok berkisar antara Rp 300 juta untuk tipe studio ukuran 21 meter persegi hingga Rp 600 juta untuk tipe tiga kamar tidur berdimensi 60 meter persegi.

Leonardi menjelaskan, keseluruhan pengembangan Bekasi Town Square rampung dalam tiga tahun mendatang. Namun, perusahaannya akan terus menggenjot pembangunan jika penjualan mencapai seratus persen lebih cepat dari yang dijadwalkan. 

"Segmentasi pasar kami adalah kelas menengah yang memiliki resistensi tinggi terhadap ekonomi makro. Mereka bukan investor, melainkan end user yang akan tetap beli rumah walaupun ekonomi melemah. Karena mereka butuh," tandas Leonardi.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.