Perpres Turun, Adhi Karya Kebut Pembangunan "LRT"

Kompas.com - 28/08/2015, 15:42 WIB
 Ilustrasi. Layanan light rail transit (LRT) dengan nama Rapid KL yang beroperasi di Kuala Lumpur, Malaysia. KOMPAS.com/ALSADAD RUDI Ilustrasi. Layanan light rail transit (LRT) dengan nama Rapid KL yang beroperasi di Kuala Lumpur, Malaysia.
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan proyek kereta ringan atau light rail transit (LRT) akan langsung dilaksanakan begitu Peraturan Presiden (Perpres) terkait penugasan pembangunan diterbitkan. 

Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Kiswodarmawan, mengatakan hal tersebut kepada Kompas.com, Jumat (28/8/2015).

Menurut Kiswodarman, pembahasan teknis LRT sudah rampung. Termasuk analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal) terkait transportasi. "Kami tinggal menunggu Perpres, izin mendirikan bangunan (IMB), dan perizinan teknis lainnya turun. Begitu turun, langsung dikebut (pembangunannya)," tutur Kiswodarmawan.

Paling lambat, kata Kiswodarmawan, Senin (31/8/2015) Perpres sudah ditandatangani Presiden Joko Widodo. 


Menanggapi mundurnya konstruksi yang dijanjikan pada 17 Agustus 2015 bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Kiswodarmawan beralasan, kajian teknisnya saat itu belum rampung. Sehingga tidak memungkinkan untuk dilaksanakan konstruksinya pada saat itu.

"Pusing juga bikin kajian teknis LRT dari Cibubur ke Jakarta Pusat dan Selatan, karena kompleksitasnya demikian tinggi," tandas Kiswodarmawan.

Lebih jauh dia menjelaskan, proyek LRT tersebut akan dikerjakan oleh Adhi Karya yang kemudian jika selesai dan beroperasi, akan dibeli pemerintah. Dengan skema ini, harga tiket LRT tak akan lagi jadi masalah karena akan disubsidi pemerintah. 

Sementara dana yang dibutuhkan untuk pengembangan proyek LRT Jalur Cibubur-Dukuh Atas sekitar Rp 7 triliun. Namun, Adhi Karya tak kesulitan terkait pendanaan proyek tersebut karena sudah mendapatkan dana Penanaman Modal Negara (PMN) dan dukungan dari Bank Mandiri. 




25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X