Kompas.com - 28/08/2015, 12:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Harga lahan di Jakarta, terutama kawasan Jakarta Utara, dan Jakarta Selatan, terkoreksi alias mengalami penurunan. Koreksi harga sebesar sepuluh hingga duapuluh persen.  

Menurut Prinsipal Li Realty, Ali Hanafia, koreksi terjadi karena selama kurun dua tahun (2012-2013) saat bisnis properti booming, harga lahan di kedua kawasan tersebut meroket tajam, cenderung tidak wajar. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saat itu, lonjakan harga lahan berlangsung karena permintaan sesaat atau semu. Ketika banyak orang mencari lahan, semua mengarah ke sana. Biasa, orang Indonesia sukanya latahan," tutur Ali kepada Kompas.com, Jumat (28/8/2015). 

Ali menambahkan, perubahan harga mulai terlihat pada semester kedua tahun 2014 lalu, ketika kondisi perekonomian mulai melambat. Pasar tidak lagi segencar, dan seagresif tahun-tahun sebelumnya mencari lahan-lahan untuk ditransaksikan.

Harga lahan pun mengikuti kondisi ekonomi, hingga kemudian terkoreksi dan kembali kepada kondisi wajar. Saat ini, harga lahan di Jakarta Utara, dan Jakarta Selatan, terutama untuk kawasan-kawasan bisnis dan komersial serentang Rp 70 juta-Rp 80 juta hingga Rp 100 juta per meter persegi.

Sebelumnya, pada tahun 2012 dan 2013, harga transaksi senilai Rp 100 juta hingga Rp 120 juta per meter persegi. 

Demikian halnya dengan Jakarta Pusat. Saat masa puncaknya, harga transaksi bisa tembus angka Rp Rp 150 juta hingga Rp 200 juta per meter persegi. Namun, kini, harga transaksi turun menjadi sekitar Rp 125 juta-Rp 150 juta per meter persegi.

"Jakarta Pusat adalah satu-satunya kawasan di Jakarta yang tidak akan mengalami lagi kenaikan karena harganya sudah sangat tinggi. Selain itu, pasokan lahan kosong pun terbatas," tandas Ali.

Sementara kawasan lainnya yang masih peluang mengalami pertumbuhan adalah Jakarta Barat dan Timur. Kenaikan harga lahan di Jakarta Barat selalu terlambat satu sampai dua tahun di belakang Jakarta Utara, Selatan, dan Pusat. 

Harga lahan di Jakarta Barat baru naik pesat pada tahun 2014. Saat ini patokannya masih berkisar Rp 35 juta hingga Rp 50 juta per meter persegi. Itu pun, Ali nilai masih di bawah harga (under valued).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.