Kompas.com - 26/08/2015, 19:52 WIB
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak cara wewujudkan ekonomi hijau. Salah satunya melalui pelestarian sumber daya alam. Bentuknya adalah produk berbahan dasar sumber daya alam yang ramah lingkungan.

Menurut Kepala Pusat Pengkajian Teknologi dan Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Perindustrian Zakiyudin, saat ini Indonesia mengandalkan industri sumber daya alam sebagai penggerak utama ekonomi nasional.

"Namun, perlu disadari, sumber daya alam yang melimpah tidak menjamin keberhasilan negara dalam menumbuhkan ekonomi berkelanjutan," ujar Zaki saat sambutan acara Peluncuran Green Label Indonesia di Jakarta, Rabu (26/8/2015).

Zaki menilai, perlu ada pendekatan pembangunan industri yang berkelanjutan atau proses produksi yang berlandaskan ekonomi sosial. Artinya, industri harus memiliki visi pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah, lanjut dia, telah merumuskan industri hijau sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian yaitu pasal 77 sampai dengan 83. Cukup banyak pasal yang mengatur industri hijau. Dalam UU disebutkan, industri hijau adalah proses produksi yang mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan sehingga mampu menyelaraskan dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup.

Tujuannya, kata Zaki, tak lain adalah agar bermanfaat bagi masyarakat. Industri hijau tidak hanya bertujuan menjembatani permasalahan terbatasnya sumber daya alam atau permasalahan lingkungan.

Namun, tambah Zaki, juga menjadi jawaban akan peningkatan daya saing industri nasional di ranah internasional, dalam rangka menyambut perdagangan bebas, efisiensi sumber daya, penerapan industri hijau. Berdasarkan UU tersebut, Kementerian Perindustrian berupaya untuk melakukan perumusan dalam rangka penguatan kapasitas kelembagaan. Standardirasi yang ditetapkan industri hijau paling sedikit memenuhi ketentuan bahan baku, penolong, energi.

Selain itu, proses produksi, manajemen perusahaan, pengelolaan limbah juga menjadi penilaian. Kelanjutan dari UU tersebut, tutur Zaki, adalah dengan diterbitkannya Peraturan Menteri (Permen) Perindustrian Nomor 51/M-IND/PER/6/2015 yakni mengenai aturan atau pedoman penyusunan standar industri hijau (SHI).

Permen tersebut mengesahkan penerapan lima standard industri hijau yaitu semen, ubin keramik, besi baja dasar, pulpen, kertas, dan tekstil. Standard ini merupakan pedoman perusahaan dalam proses produksi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.