Kompas.com - 13/08/2015, 08:52 WIB
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Operator hotel yang berbasis di Indonesia, Dafam Hotel Management akan memulai pelayanan hotel baru di empat lokasi. Managing Director Andhy Irawan mengatakan, lokasi tersebut adalah Bandung, Jakarta, Lombok, dan Kebumen.

"Di Bandung sebanyak 90 kamar, Jakarta 160 kamar, Lombok 50 unit villa, dan Kebumen 100 kamar.
Akhir tahun ini buka," ujar Andhy kepada Kompas.com, Selasa (12/8/2015).

Hotel ini adalah Hotel Dafam Teraskita Jakarta, Hotel Dafam Pasarbaru Bandung, Mola- Mola Resort Gili Air Lombok, dan Meotel Kebumen by Dafam.

Selain itu, Dafam juga akan mengoperasikan 21 hotel baru pada 2017. Targetnya pada tahun ini, Dafam akan mengelola sebanyak 40 hotel mulai dari hotel ekonomi hingga bintang empat. Sementara target pada 2020, Dafam punya 100 portofolio di seluruh Indonesia.

Hotel-hotel ini tersebar di beberapa titik di kota besar, antara lain Bandung, Yogyakarta, Bali, Jember, Makassar, dan Lombok. Di samping kota besar, Dafam juga membidik kota-kota kedua, misalnya Banjar Baru di Kalimantan Selatan, Cilacap di Jawa Tengah, dan Berau di Kalimantan Timur.

Menurut Andhy, Dafam cukup selektif dalam pemilihan lokasi hotel, karena berpengaruh terhadap okupansinya di waktu mendatang.

"Bisnis hotel mengedepankan destinasi wisata. Kalau destinasi berkembang pasti hotel berkembang. Sejauh ini, untuk kota lapis kedua, demand-nya banyak, market banyak, tapi orang tidak mau main di sana," kata Andhy.

Ketakutan pengembang maupun operator hotel, lanjut dia, disebabkan karena belum ada yang lebih dulu membangun hotel di suatu daerah. Oleh sebab itu, saat sudah melakukan pemetaan di satu lokasi, baik ada kompetitor atau tidak, Dafam akan hadir di sana.

Andhy mencontohkan, di Jember dan Cilacap, Dafam termasuk pemain pertama di dalam bisnis hotel. Namun, tingkat okupansi justru cukup tinggi. Hal tersebut membuktikan, dengan tidak adanya hotel sebelum Dafam, belum tentu pasarnya sepi.

Sementara itu, di Cisarua, Puncak, Kabupaten Bogor, Dafam baru saja mengesahkan diri sebagai operator Grand Dafam Cisarua. Kondotel milik PT Tritunggal Agung Propertindo ini, menurut Andhy, berpotensi menarik banyak tamu.

"Diprediksi, tingkat okupansi bisa 70 persen. Untuk tahap awal, mungkin 60 persen, karena dekat situ ada Taman Safari," jelas Andhy.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.