Perlu Perda untuk Sedot Tinja

Kompas.com - 12/08/2015, 08:13 WIB
Waktu penyedotan septi tank yang baik adalah 1 hingga 2 tahun sekali. shutterstock.comWaktu penyedotan septi tank yang baik adalah 1 hingga 2 tahun sekali.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Selama ini, urusan sanitasi kerap dikesampingkan. Untuk layanan lumpur tinja, atau sedot tinja, perusahaan jasa swasta baru bergerak ketika ada keluhan di masyarakat.

Menurut Sekretaris Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Rina Agustin, seharusnya menyedot tinja dilakukan lebih sering.

"Akan menjadi masalah, kalau tidak secara rutin disedot tinjanya. Hal ini perlu disosialisasikan kepada masyarakat untuk teratur menyedot lumpur tinjanya," ujar Rina di Gedung Sumber Daya Alam Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (11/8/2015).

Kalau dibiarkan, kata Rina, lingkunganlah yang menjadi korbannya. Untuk itu, perlu pendampingan dari Direktorat Cipta Karya, mendorong pemerintah kabupaten/kota dalam menyediakan layanan reguler dan terjadwal dalam menyedot lumpur tinja.

Hal ini, sebut dia, menjadi fokus pemerintah agar penyedotan lumpur tinja tidak tergantung pada reaksi masyarakat. Pemerintah akan membuat tim layanan terpadu yang mendatangi rumah-rumah untuk membersihkan septic tank. Tidak hanya untuk menyedot, tim layanan terpadu ini akan memeriksa layak tidaknya Instalasi Pengolahan Layanan Tinja (IPLT) yang ada.

Namun, tambah Rina, urusan sanitasi ini tidak akan menarik kalau bukan pemerintah daerah sendiri yang menyuarakan. Hingga saat ini, kabupaten/kota yang memiliki Peraturan Daerah (Perda) soal limbah sanitasi, kurang dari 10 di seluruh Indonesia.

"Bagaimana bisa (tim sedot tinja) beroperasi secara layak, kalau Perda tidak ada. Perda ini sebagai payung hukum teralokasi anggaran untuk layanan tersebut dan layanan pendukung lainnya. Kalau tidak ada Perda itu, pasti langsung dicoret pengajuan anggarannya," jelas Rina.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X