Bali Masih (Dianggap) Seksi

Kompas.com - 20/07/2015, 16:00 WIB
Ilustrasi shutterstockIlustrasi
|
EditorHilda B Alexander
DENPASAR, KOMPAS.com - Bali masih dianggap seksi sebagai wilayah garapan bisnis fasilitas akomodasi. Terbukti, semakin banyak jaringan operator hotel internasional malukan ekspansi. Terbaru adalah Swissôtel Hotel and Resorts.

Jaringan operator hotel ini secara resmi menandatangani perjanjian pengelolaan fasilitas akomodasi yang dikembangkan PT Bali Ragawisata, The Swissôtel Bali, pekan lalu. Berisi 170 unit kamar, The Swissôtel Bali dijadwalkan beroperasi pada akhir tahun 2017 mendatang.

Menurut riset Colliers International Indonesia, kinerja sektor perhotelan Bali relatif stabil selama semester pertama 2015. Tingkat hunian rerata atau average occupancy rate (AOR) tercatat di atas 55 persen. 

"Demikian halnya dengan tarif harian rerata atau average daily rate (ADR) yang mencapai lebih dari 120 dollar AS. Sedikit menurun dari pencapaian tahun 2014 sekitar 130 dollar AS," tulis Colliers.

Tak mengherankan, selama 2015 ini terdapat sembilan belas hotel baru. Dua belas di antaranya merupakan merek internasional yakni Alila, The Ritz Carlton, Alaya, Four Points by Sheraton, Swiss-Belhotel, The Langham, Bedrock, Novotel, Indigo, Holiday inn, Fairmont, dan Potato Head.

Tujuh hotel lainnya merupakan merek lokal yakni Padma, Harris, POP!, Yello, Kila, Prama, dan Artotel.




25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X