Investor Asia Mencintai Hotel Australia

Kompas.com - 03/07/2015, 02:00 WIB
Sydney, Australia. www.shutterstock.comSydney, Australia.
|
EditorHilda B Alexander
KOMPAS.com - Mendampingi Jakarta, Mumbay, dan Shanghai, Sydney saat ini dinilai sebagai salah satu pasar investasi hotel paling aktif secara global.

Betapa tidak, nilai penjualan hotel di pusat kotanya atau central business district (CBD) mendekati angka 2 miliar dollar Australia atau setara Rp 20,3 triliun selama 22 bulan terakhir.

Tingginya tingkat volume transaksi ini didorong oleh sejumlah penawaran termasuk Four Seasons Sydney sebanyak 531 kamar yang dibeli Mirae, perusahaan asal Korea pada Agustus 2013 senilai 340 juta dollar AS.

Menyusul penjualan 436 kamar Sofitel Sydney Wentworth dengan angka lebih dari 200 juta dollar AS kepada Frasers Centrepoint asal Singapura pada Juni 2014.

Berikutnya adalah Sheraton on the Park sebanyak 577 kamar yang ditransaksikan pada November 2014 dengan menembus 463 juta dollar AS. Pembelinya Sunshine Insurance Group dari Tiongkok. 

Kemudian Hilton Sydney yang berisi 579 kamar, diambil alih oleh Bright Ruby yang berbasis di Singapura untuk nilai jual 442 juta dollar AS.

Demikian sejumlah transaksi kakap yang dicatat oleh JLL Hotels & Hospitality Group yang seluruhnya melibatkan investor Asia. Menyusul berikutnya The Westin Hotel Sydney, dan Heritage Retail yang sedang dalam tahap negosiasi.

CEO JLL Australasia Craig Collins, mengatakan, transaksi The Westin Hotel Sydney menegaskan kembali permintaan yang kuat untuk kawasan CBD Sydney.

"Saat bertemu investor hotel di seluruh dunia dalam pembahasan pasar hotel global utama, mereka ingin berinvestasi di Sydney bersama dengan London, New York, Tokyo dan Paris," ujar Collins.

Dia menambahkan, semua hotel bintang lima mewah di Sydney kini dimiliki oleh kelompok asing, terutama dari Asia. Tak mengherankan jika Collins melontarkan seloroh bahwa investor Asia mencintai hotel Australia.

Kinerja

Selama beberapa pekan dalam setahun terakhir seringkali sulit memesan kamar hotel bintang lima di Sydney. Terutama setiap Senin, dan Kamis. Tidak ada kamar yang tersedia, termasuk kamar hotel bintang tiga dan empat.

Collins menuturkan, selain kinerja positif, aktivitas transaksi hotel pun berjalan progresif. Pada 2013 tercatat senilai 2,1 miliar dollar Australia transaksi hotel yang dilakukan di negeri kangguru ini.

Pencapaian tersebut tumbuh ke rekor baru selang 15 tahun terakhir yakni menjadi 2,7 miliar dollar Australia pada tahun 2014, atau 30 persen dari volume transaksi di Asia Pasifik.

"Sebuah rekor baru volume penjualan hotel Australia bisa benar-benar terpatahkan pada tahun 2015, yang sudah mencapai 1,9 dollar Australia," beber Collins.




25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terpopuler

komentar di artikel lainnya
Close Ads X