"Perbaikan Jalan Pantura Bukan Proyek Abadi"

Kompas.com - 17/06/2015, 17:00 WIB
Pemudik motor terjebak macet di jalur alternatif Karawang-Cikampek, Cilamaya, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (27/7/2014). Arus mudik ke kota-kota di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur diperkirakan akan masih padat hingga H-1 Lebaran. KOMPAS IMAGES / KRISTIANTO PURNOMO-RODERICK ADRIAN MOZESPemudik motor terjebak macet di jalur alternatif Karawang-Cikampek, Cilamaya, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (27/7/2014). Arus mudik ke kota-kota di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur diperkirakan akan masih padat hingga H-1 Lebaran.
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rizal Djalil membantah proyek perbaikan Jalan Pantai Utara (Pantura) Jawa adalah proyek abadi.

"Itu tidak benar. Perbaikan Jalan Pantura bukan proyek abadi. Kami melakukan pemeriksaan teknis dan sekaligus aspek sosialnya," kata Rizal usai menyampaikan laporan BPK terkait kinerja keuangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jakarta, Rabu (17/6/2015).

Dia menuturkan, karena Jalan Pantura panjangnya hampir 1.400 kilometer dan sangat dibutuhkan masyarakat, tidak mungkin ditutup 24 jam terus menerus untuk perbaikan. Karena jalan ini juga dipakai untuk berjualan oleh masyarakat sekitar. Dengan demikian, perbaikannya menjadi lebih sulit. 

Ada pun penilaian BPK terkait keuangan Kementerian PUPR adalah wajar tanpa pengecualian. Kalau pun ada beberapa catatan, yang harus diperhatikan adalah adanya permintaan di daerah pada proyek Jalur Pantai Utara (Pantura) yang masuk anggaran Kementerian PUPR. 
"Permintaan dari daerah atau melalui para petinggi negara karena ada terjemahan khusus Kementerian PUPR harus turun secara teknis karena kewajibannya," tandas Rizal.

Untuk itu, kata Rizal, Jalan Pantura ini sebaiknya segera dihibahkan ke daerah, sehingga tidak ada lagi permasalahan akuntabilitas di Kementerian PUPR.

Rizal memaparkan, BPK mengaudit pekerjaan pemeliharaan 2013-2014 dengan anggaran masing-masing pada tahun 2013 senilai Rp 965 miliar dan Rp 1,4 triliun pada 2014. Dalam pelaksanaannya, realisasi jauh di bawah anggaran itu. Pada 2013, realisasi hanya Rp 800 miliar, sementara 2014 realisasinya Rp 1,2 triliun.

Dari pemeriksaan tersebut ditemukan, drainase di Pantura juga belum maksimal, sehingga muncul genangan-genangan di beberapa titik. Terkait hal tersebut, Kementerian PUPR akan membuat program nasional terkait drainase jalan nasional, sehingga usia jalan bisa lebih panjang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X