Genjot Kunjungan Turis Selama Piala Dunia, Qatar Bangun 41 Hotel Mewah

Kompas.com - 11/06/2015, 18:11 WIB
Kondisi pusat bisnis Doha, Qatar, menyambut Piala Dunia FIFA 2022. telegraph.co.ukKondisi pusat bisnis Doha, Qatar, menyambut Piala Dunia FIFA 2022.
|
EditorHilda B Alexander
KOMPAS.com - Menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA sama halnya dengan meraup berkah. Turis mancanegara diprediksi melonjak tajam. Karenanya tingkat hunian hotel pun ikut terdongkrak.

Bagaimana dengan Qatar?. Negara kaya gas alam yang menjadi penyelenggara Piala Dunia FIFA 2022 ini tengah bersiap menyambut jutaan pelancong dari seluruh dunia dengan membangun fasilitas akomodasi.

Tak tanggung-tanggung, sebanyak 41 hotel baru dibangun demi meenyambut perhelatan sepakbola paling akbar sejagat raya itu. Seluruh hotel ini, menurut data TOPHOTELPROJECTS masuk kategori kelas atas.

Bukan tanpa alasan Qatar membangun banyak hotel, melainkana demi menggenjot jumlah kunjungan menjadi tujuh juta orang per tahun, dari sebelumnya hanya 1,34 juta turis. Meskipun tak sepermisif Brasil, Qatar siap mendeklarasikan diri sebagai destinasi liburan moderat.

Qatar ingin memperluas pasar kunjungan. Tak hanya pengunjung bisnis yang akan mereka garap, juga pelancong liburan. Karena itu, pemerintah Qatar memindahkan waktu pelaksanaan Piala Dunia FIFA 2022 ke bulan November dan Desember.

Ada pun delapan di antara 41 hotel mewah yang tengah dalam konstruksi adalah Shangri-La Hotel sebanyak 314 kamar yang beroperasi pertengahan tahun ini, Steigenberger Hotel dengan 212 kamar yang rencananya dibuka pada awal 2016, dan Waldorf Astoria Doha West Bay sebanyak 250 kamar dan dibuka pada musim semi 2016.

Menyusul Mandarin Oriental Msheireb dengan 255 kamar yang beroperasi pada akhir 2016, ME hotel sejumlah 235 kamar, dibuka musim semi 2017, Le Méridien dengan 350 kamar dan dibuka akhir 2018, JW Marriott West Bay dengan 299 kamar pada akhir 2017, dan Aloft sebanyak 240 kamar yang beroperasi pada 2019.

Hotel-hotel ini dikerjakan oleh pekerja konstruksi asal India, Nepal, Bangladesh, Pakistan, dan Filipina dengan upah rendah. hanya sepertiga dari total 207.000 penduduk Qatar yang menjadi pekerja konstruksi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X