Ketika "Saudara Tua" Semakin Mencengkeram Pasar Properti Kita...

Kompas.com - 04/06/2015, 18:56 WIB
Kondisi lanskap Hotel Fairmont Jakarta yang berada di dalam area pengembangan Senayan Square. Gambar diambil Rabu (21/1/2015) dari Jalan Asia Afrika, Jakarta Pusat. Dimas Jarot Bayu/Kompas.comKondisi lanskap Hotel Fairmont Jakarta yang berada di dalam area pengembangan Senayan Square. Gambar diambil Rabu (21/1/2015) dari Jalan Asia Afrika, Jakarta Pusat.
|
EditorHilda B Alexander
BEKASI, KOMPAS.com - Apa yang terlintas dalam pikiran kita mengenai Jepang? Hiramsyah Sambhudy Thaib, praktisi pengembangan kawasan sekaligus penasihat PT Toyota Housing Indonesia, punya jawabannya.

Menurut dia, Jepang memiliki segalanya. Mulai dari fulus, keahlian, teknologi, profesional dengan etos kerja tinggi, hingga kemauan untuk menjadi yang terdepan. Semua hal ini bisa diadopsi dengan mengajak investor "Saudara Tua" itu membenamkan dananya di pasar properti Indonesia.

"Transfer dana, transfer teknologi, transfer keahlian, dan transfer etos kerja akan sangat bermanfaat bagi masa depan sektor properti kita. Terlebih saat ini kita sedang mengejar backlog  7,6 juta unit rumah dalam lima tahun mendatang," tutur Hiramsyah kepada Kompas.com, Kamis (4/6/2015). 

Dan ketika salah satu raksasa bisnis Toyota Group melebarkan tentakelnya di sektor properti melalui Toyota Housing Corporation dengan mendirikan PT Toyota Housing Indonesia, ketika itu pula peluang bagi Indonesia untuk bersama-sama berkembang dan melangkah lebih maju ketimbang yang telah dicapai saat ini.

Sektor properti kita khususnya perumahan rakyat, kata Hiramsyah, masih jalan di tempat. Kendalanya ada pada dana yang terbatas, tekonologi konstruksi yang masih konvensional, sumber daya manusia dengan keahlian tertentu juga minim, serta regulasi yang setengah hati. 

"Namun, saat ini, ketika Pemerintah kembali merilis program satu juta rumah, itu merupakan keseriusan yang harus disambut dengan positif," imbuh Hiramsyah.

Toyota pun tertarik berpartisipasi dan studi kelayakannya sedang dibuat. Menurut Hiramsyah, Toyota Housing Indonesia sudah berdiskusi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk ikut membantu pemerintah menyediakan hunian untuk rakyat. 

dokumentasi THI Mock up Toyota Housing Model
Sementara itu, awal kehadiran Toyota Housing Corporation di Indonesia pada 2010 sejatinya ditandai dengan pembangunan Toyota Home bagi kalangan internal. Secara komersial, perusahaan yang dikomandani Tadashi Yamashina ini kemudian mengembangkan apartemen Axia South Cikarang secara kolaboratif bersama PT Lippo Cikarang Tbk., dan PT Tokyu Land Indonesia.

Menyusul keberhasilan portofolio perdananya itu, Toyota kemudian merambah perumahan tapak (landed residential) bertajuk Toyota Housing Model sebanyak 114 unit di area pengembangan Sakura Regency 3. Sekadar informasi, Sakura Regency 3 dibesut KSO PT Tokyu Land Indonesia, dan PT Hatmohadji dan Kawan (Haka). 

Realisasi investasi

Investasi Toyota Housing Corporation ini menambah panjang daftar perusahaan Jepang yang menanamkan modalnya di Indonesia. Menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), selama lima tahun sejak 2010 hingga Maret 2015, realisasi investasi asal Negeri Sakura itu tercatat menyentuh angka 13,3 miliar dollar AS, setara Rp 175,56 triliun (kurs Rp 13.200).

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X