Kompas.com - 04/06/2015, 15:55 WIB
|
EditorHilda B Alexander

Dipilihnya Indonesia sebagai wilayah ekspansi Toyota Housing Corporation karena potensi pasarnya luar biasa besar. Jumlah populasi sebanyak 245 juta dan kondisi yang timpang antara pasokan dan kebutuhan hunian sekitar 15 juta unit, kemudian menstimulasi mereka serius menggarap pasar Indonesia.

"Selain itu, orang-orang Indonesia juga lebih suka tinggal di rumah tapak ketimbang hunian vertikal. Dengan teknologi yang kami tawarkan, kami berharap Toyota Housing Model dapat diterima pasar Indonesia karena sudah mengalami beberapa penyesuaian termasuk desain," papar Presiden Direktur Toyota Housing Corporation, Tadashi Yamashina.

Ditambahkan Advisor THI, Hiramsyah Shambhudy Thaib, dengan harga per unit senilai Rp 1,6 miliar plus teknologi yang ditawarkan, Toyota Housing Model menjadi sangat layak dan sesuai dengan daya beli masyarakat Indonesia.

Hiramsyah kemudian merujuk pada konstelasi pasar properti dalam negeri yang ditandai indikator-indikator positif. Selain pasar yang besar menyangkut jumlah populasi, juga daya beli yang terus meningkat, dan suku bunga bank serta inflasi yang menunjukkan tren menurun.

"Pada akhirnya suku bunga bank akan menjadi sekitar 5 persen sama seperti Malaysia. Dan ini batas psikologis yang bisa diakses oleh seluruh kalangan masyarakat Indonesia dalam membeli hunian. Terlebih pendapatan per kapita saat ini sudah jauh lebih baik sekitar 4.000-5.000 dollar AS," tandas Hiramsyah.

Daya beli yang terus meningkat ini, lanjut dia, adalah peluang bagi THI untuk ikut berkontribusi menyediakan hunian bagi masyarakat Indonesia. Karena selain membangun Toyota Housing Model yang diperuntukan bagi kelas menengah atas, THI juga sedang menjajaki kemungkinan membangun hunian menengah bawah.

"Studi kelayakannya sedang dibuat. Kami juga sudah berdiskusi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk ikut membantu pemerintah menyediakan hunian untuk rakyat," ujar Hiramsyah.

Ketimpangan suplai dan kebutuhan serta penambahan pasokan 800.000 unit per tahun dalam kerangka target pembangunan 7,6 juta unit dalam lima tahun ke depan, kata Hiramsyah, butuh dana, dan sumber daya.

"Jepang punya semua itu. Mereka menawarkan teknologi, dana, dan juga keahlian. Kami berharap setelah Toyota Housing Model di Bekasi, akan bisa menggarap hunian lebih banyak lagi," pungkas dia.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.