"Mustahil Jalan Tol Cikopo-Palimanan Bisa Beroperasi Sebelum Ramadhan"

Kompas.com - 03/06/2015, 07:36 WIB
Pintu Tol Palimanan dari ruas Tol Cikopo-Palimanan sepanjang 116,75 kilometer, akan dioperasikan pada 13 Juni 2015. Kondisi aktual pada Selasa (2/6/2015). HBA/Kompas.comPintu Tol Palimanan dari ruas Tol Cikopo-Palimanan sepanjang 116,75 kilometer, akan dioperasikan pada 13 Juni 2015. Kondisi aktual pada Selasa (2/6/2015).
|
EditorHilda B Alexander
CIKAMPEK, KOMPAS.com - Optimisme Pemerintah terhadap penyelesaian konstruksi, sekaligus pengoperasian Jalan Tol Cikopo-Palimanan yang ditargetkan sebelum Ramadhan 2015 merupakan hal yang mustahil.

Meskipun pekerjaan konstruksi di lapangan diklaim sudah mencapai 99 persen dari total panjang 116,75 kilometer dan beberapa hal kritis seperti Jembatan Ciherang sudah diselesaikan serta tinggal menunggu kesiapan usia beton.

Ketua Program Studi Magister dan Doktor Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung (ITB), Harun Alrasyid Lubis, mengatakan hal tersebut kepada Kompas.com, Selasa (2/6/2015).

Menurut Harun, butuh waktu panjang setidaknya sekitar limapuluh (50) hari untuk memastikan semua rampung, dan aman bagi Jalan Tol Cikopo-Palimanan untuk difungsikan. Dalam waktu kurang dari dua minggu sebelum Ramadhan adalah target yang tidak masuk akal.

"Jalan tol di Jakarta saja masih banyak menyisakan persoalan. Ini pula di daerah macam Subang, Majalengka, dan Cirebon," ujar Harun.

Jalan tol bisa dikatakan siap beroperasi, lanjut Harun, jika semua "kosmetik"-nya termasuk marka jalan, lampu penerang, rambu lalu lintas, rest area atau tempat istirahat (TI), fasilitas pendukung macam rumah sakit di sekitar area jalan tol, dan lain-lain terbangun.

HBA/Kompas.com Ruas Tol Cikampek-Palimanan sepanjang 116 kilometer, dibangun PT Lintas Marga Sedaya, akan dioperasikan sebelum Hari Raya Idul Fitri. Kondisi aktual, Selasa (2/6/2015).
Setelah semua lengkap, harus diujicobakan sekitar satu hingga dua minggu, sebelum kemudian diserahterimakan (hand over). Setelah itu yang wajib dipenuhi adalah sertfikat layak fungsi.

Lebih jauh Harun menegaskan, kondisi satu persen belum rampung dari total 116,75 kilometer Jalan Tol Cikopo-Palimanan sangat signifikan, yakni belasan kilometer. Itu artinya ada belasan kilometer ruas jalan tol yang harus dikebut pengerjaannya. 

Sementara kondisi beton jalan tol, secara teknis, butuh waktu untuk mencapai usia matang (mature). Termasuk ukuran kekerasannya. Selain itu, membangun proyek terkait teknik sipil, baik itu jalan tol, jembatan, atau infrastruktur lainnya yang menyangkut fungsi masif, tidak bisa dikerjakan asal-asalan, dan sembarangan.

"Pembangunan jalan tol dan infrastruktur dasar lainnya harus dikerjakan sesuai standard, dan mengikuti kaidah-kaidah yang berlaku secara umum," tandas Harun.

Pekerjaan infrastruktur yang dibangun secepat kilat hanya akan menyisakan sejumlah masalah, dan risiko yang konsekuensinya biaya tinggi (high maintenance cost). Seperti yang terjadi pada ruas Tol Kanci-Pejagan yang bergelombang tidak mulus, dan Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang).

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X