Grup Rajawali Garap Resor Senilai Rp 1,6 Triliun di Langkawi

Kompas.com - 28/04/2015, 18:00 WIB
The St Regis Hotels & Resorts, Langkawi, Malaysia. dokumentasi Grup RajawaliThe St Regis Hotels & Resorts, Langkawi, Malaysia.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah sukses membangun The St Regis Langkawi Hotels & Resorts, dan menjadikannya sebagai venue perhelatan ASEAN Leaders Summit, Grup Rajawali menambah portofolio aset propertinya.

Kelompok usaha dengan enam tentakel bisnis besar ini membangun Langkawi International Convention Centre (LICC) yang konstruksinya rampung pada akhir Februari 2015 lalu.

Pemimpin Grup Rajawali, Peter Sondakh, mengatakan, pengembangan LICC merupakan kesempatan besar untuk memperkenalkan merek The St Regis yang beken dengan layanan hospitalitas terbaiknya itu.

"Selain itu kami juga gembira bisa membangun pusat konvensi (convention centre) kelas dunia,” kata Peter dalam keterangan tertulis yang dikirimkan melalui surel, kepada Kompas.com, Selasa (28/4/2019).

Status kepemilikan proyek ini sendiri, sepenuhnya dimiliki oleh Integrated Resort Nautical Sdn Bhd (INR). INR merupakan perusahaan patungan kapital (joint venture) antara Grup Rajawali dengan Departemen Keuangan dan Otoritas Pengembangan Langkawi-Malaysia.

Peter menjelaskan, The St Regis Hotels & Resorts Langkawi dirancang dengan pendekatan arsitektural berlanggam Morish Mansion dan modern kontemporer. Panorama fasilitas akomodasi ini adalah Selat Malaka.

Resor ini berdiri di atas lahan 5,5 hektar. Di dalamnya terdapat 88 luxury suites yang terdiri dari, Mansion House 25 unit, East Lagoon suites 48 unit, West Lagoon suites 12 unit dan Water Villa 3 unit.

CEO Grup Rajawali Property, Shirley Tan, mengungkapkan, seluruh kamar, dan fasilitas The St Regis Hotels & Resorts belum seluruhnya kelar terbangun. Untuk tahap pertama, baru 20 suites yang telah diselesaikan konstruksinya dan digunakan khusus untuk menyambut tamu pada acara ASEAN Leaders Summit.

“Kami menargetkan, pembangunan The St Regis Hotels & Resorts akan selesai seluruhnya pada bulan Oktober 2015 dan akan dibuka untuk umum pada bulan November 2015. Nilai total pengembangannya (development cost) sekitar Rp 1,6 triliun,” tambah Shirley.

Ada pun ballroom yang digunakan untuk ASEAN Leaders Summit berkapasitas 1.000 kursi dan dibangun di area seluas 6.100 meter persegi.

Sementara fasilitas LICC dilengkapi dengan beberapa ruangan pendukung yaitu Bilateral Meeting Room, Media & Secretariat rooms, PM suite, VIP Rooms and VIP Lounge, Meeting Rooms, Security, Kitchen, AV room, Medical Room and Administration.

"LICC siap menaikkan strata dalam memfasilitasi kegiatan rapat, insentif, konferensi maupun pameran atau Meetings, Incentives, Conferences and Exhibitions (MICE) di wilayah Langkawi, dan sekitarnya," pungkas Shirley.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X