Kompas.com - 27/04/2015, 09:00 WIB
|
EditorHilda B Alexander

CIKARANG, KOMPAS.com - Kondisi infrastruktur di Indonesia dinilai masih kurang memadai dan berkualitas buruk. Tak hanya World Bank yang melaporkan betapa memprihatinkannya kondisi infrastruktur kita, melainkan juga Japan External Trade Organization (Jetro) atau Badan Perdagangan Luar Negeri Jepang. 

Presiden Direktur Jetro, Kenichi Tomiyoshi angkat bicara soal infrastruktur di Indonesia yang perlu dibenahi, dan ditingkatkan.

"Indonesia perlu memperbaiki beberapa hal (jika ingin investor asing masuk), khususnya masalah infrastruktur," ujar Tomiyoshi saat jumpa pers acara Sakura Matsuri di Maxx Box Orange County, Cikarang, Bekasi, Sabtu (25/4/2015).

Perbaikan infrastruktur ini dengan cara menambah kapasitas jalan raya dan jalan tol. Selain itu, juga pengembangan pelabuhan. Pasalnya, kebutuhan pelabuhan juga dinilai cukup tinggi, terutama pelabuhan peti kemas besar (Deep Sea Port). Demikian halnya dengan tambahan pembangkit listrik.

Meski begitu, Tomiyoshi melihat di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, kebutuhan infrastruktur ini mulai diakomodasi. Hal tersebut terbukti dari ambisi Jokowi mengedepankan pembangunan infrastruktur, termasuk tol laut.

Di sisi lain, kata Tomiyoshi, pemerintah harus menyeimbangkan pembangunan tersebut dengan regulasi yang jelas supaya investasi asing bisa masuk dengan mudah.

"Investasi akan jauh lebih baik jika dibarengi dengan perbaikan regulasi, misalnya pada tiap-tiap perusahaan," jelas Tomiyoshi.

Investasi bertambah

Terkait investasi Jepang di Indonesia, Tomiyoshi memprediksi nilainya tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Hanya, tahun ini ada investasi dari perusahaan Jepang yang baru masuk pasar Indonesia atau pun perusahaan yang sudah beroperasi dan melakukan ekspansi bisnis. 

Dia menggambarkan, pada tahun-tahun sebelumnya, perusahaan Jepang yang masuk di Indonesia tidak terlalu banyak. Namun, perusahaan tersebut merupakan perusahaan otomotif dengan nilai investasi besar, misalnya Toyota, Mitsubishi, Daihatsu, dan Isuzu. Perusahan-perusahaan tersebut mendirikan pabrik.

Sementara tahun ini, lanjut Tomiyoshi, perusahaan Jepang yang masuk didominasi oleh perusahaan kecil sampai menengah. Dari segi kuantitas, jumlahnya cukup besar sehingga mampu menyaingi nilai investasi perusahaan besar pada tahun-tahun sebelumnya.

"Kalau sebelumnya di bidang manufaktur, tahun ini lebih banyak di sektor makanan," jelas Tomiyoshi.

Menurut data Jetro, hingga akhir 2014, terdapat 1.495 perusahaan Jepang yang beroperasi di Indonesia. Ada pun jika dilihat dari nilai investasi, menurut Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Tanizaki, nilainya mencapai 4,71 miliar dollar AS atau Rp 61,1 triliun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.