Tahun Ini, Swiss-Belhotel Ekspansi 32 Hotel

Kompas.com - 21/04/2015, 00:52 WIB
Hotel Ciputra Cibubur yang dikelola Swiss Belhotel International, dibuka pada Senin (20/4/2015). www.hotels.comHotel Ciputra Cibubur yang dikelola Swiss Belhotel International, dibuka pada Senin (20/4/2015).
|
EditorHilda B Alexander

CIBUBUR, KOMPAS.com - Setelah membuka secara resmi Hotel Ciputra Cibubur pada Senin (20/4/2015), jaringan operator Swiss-Belhotel International, berencana menambah 32 portofolio pengelolaan dengan 1.000 kamar sepanjang tahun ini.

Sepuluh di antaranya, tersebar di kawasan Kemayoran, Kalibata, TB Simatupang, dan Bandara Internasional Sokearno-Hatta (Jakarta), Surabaya, kawasan Tuban, dan Petitenget (Bali), Jambi, Batam, dan Solo dengan merek berbeda, mulai dari Swiss Belhotel, Swiss Bel Inn, hingga Zest Hotel.

Senior Vice President Operations and Development Swiss-Belhotel International, Emmanuel Guillard, mengungkapkan, rencana ekspansi tersebut didasarkan pada pencapaian kinerja seluruh hotel yang mereka kelola.

"Tingkat okupansi rerata mencapai 75 persen. Kinerja terbaik adalah hotel yang kami kelola di Jayapura, Palu, dan Surabaya, rerata di atas 80 persen," tutur Guillard.

Untuk aset kelola terbaru, Hotel Ciputra Cibubur, Guillard juga menargetkan tingkat okupansi sekitar 75 persen. Optimisme tersebut bukan tanpa alasan, mengingat di kawasan Cibubur dan sekitarnya belum ada hotel berbintang yang representatif dan memenuhi kebutuhan pasar.

"Kami tidak ada saingan. Jadi, optimistis akan dipenuhi tamu baik individu maupun korporat. Permintaan pasar Cibubur sangat kuat, karena belum ada hotel sejenis dengan kelas yang sama di kawasan Cibubur," tandas Guillard.

Terintegrasi

Optimisme serupa dilontarkan Direktur Utama PT Ciputra Surya Tbk, Harun Hajadi, selaku pengembang Hotel Ciputra Cibubur. Menurutnya, fasilitas akomodasi yang dibangun di atas lahan seluas 29.139 meter persegi ini punya kans kuat menjaring tamu dari kelas menengah dengan area tangkapan (catchment area) Cibubur, Cileungsi, Jonggol, Bekasi, Depok, dan Bogor.

Lagipula, tambah Harun, kelas menengah Cibubur dan sekitarnya sudah terjangkiti virus gaya hidup berpesta di hotel. Entah untuk pesta pernikahan, merayakan ulang tahun, reuni, ataupun ulang tahun.

"Selain itu, kami membangun hotel tidak secara stand alone, sebaliknya justru mengintegrasikannya dengan pusat belanja yang ceruk pasarnya beragam dan besar. Jadi, tidak akan tergantung pada satu sumber bisnis, misalnya hanya dari government spending," tutur Harun.

Dia melanjutkan, kalau tidak digabungkan dengan pusat belanja, membangun hotel menjadi tidak layak hitung secara investasi. Sebaliknya, jika skema pengembangan integral, perhitungan tanah hotel, bisa dibebankan kepada pusat belanja.

Hotel Ciputra Cibubur berisi 107 kamar dengan tipikal business suitesdeluxe business suites, dan "Kami mematok tarif promosi per kamar sekitar Rp 555.000 per malam. Setelah itu, tarif ditentukan sekitar Rp 700.000 per malam. Tergantung ketersediaan kamar, dan season," terang Direktur Ciputra Group, Iskandar Witjaksono, seraya menambahkan dana yang dialokasikan membangun Hotel Ciputra Cibubur senilai Rp 110 miliar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X