Kompas.com - 14/04/2015, 21:00 WIB
Ilustrasi. www.shutterstock.comIlustrasi.
|
EditorHilda B Alexander
KOMPAS.com - Kebijakan sektor properti Vietnam mengalami perubahan, demi mendorong peningkatan investasi asing. Kebijakan yang mulai efektif berlaku sejak 1 Juli 2015 mendatang, memungkinkan orang asing dengan visa perumahan valid, perusahaan asing, serta organisasi internasional membeli residensial di Vietnam.

Saat ini, hanya pasangan pernikahan dengan warga lokal yang diizinkan untuk membeli rumah. Izin khusus untuk membeli properti juga hanya diberikan kepada mereka yang dianggap memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan negara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebagai informasi, pasar properti Vietnam mengalami ledakan dalam tiga tahun terakhir. Penyebab ledakan ini antara lain suku bunga yang rendah, percepatan urbanisasi, dan fokus pemerintah pada peningkatan infrastruktur.

Selain itu, ekonomi Vietnam mengalami pertumbuhan sebesar 5,8 persen tahun 2014. Menurut data Kementerian Konstruksi Vietnam, selama kuartal pertama tahun 2015 ini telah terjadi lebih dari 8.000 transaksi properti. Jumlah ini tiga kali lipat lebih besar dibandingkan periode yang sama tahun 2014.

Para ahli percaya, aturan baru ini akan membuka jalan bagi gelombang baru investasi asing. Orang asing akan diizinkan memiliki 30 persen dari semua tempat tinggal di bangunan apartemen dan 250 rumah independen dalam sebuah lingkungan berisikan ribuan properti dengan jangka sewa 50 tahun.

Relaksasi aturan ini mengacu pada hukum-hukum serupa yang diterapkan di beberapa negara Asia Tenggara. Sebagai contoh, Thailand membatasi kepemilikan properti kondominium bagi warga asing hingga 49 persen.

Para ahli mengatakan, Kota Ho Chi Minh dan Dan Nang diprediksi akan menerima lonjakan investasi asing sebagai dampak kebijakan ini. Hal ini disebabkan ketersediaan apartemen kelas atas, dan rumah-rumah mewah di kota tersebut masih cukup banyak.

"Hampir 80 ribu warga asing, tinggal di Vietnam. Tetapi hanya 800 dari mereka yang memiliki properti perumahan," ujar Menteri Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Nguyê?n Minh Quang.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.