Dana Timur Tengah Kian Deras Mengalir di Sektor Properti Global

Kompas.com - 13/04/2015, 20:36 WIB
Pasar properti Dubai belum mencapai klimaks. worldpropertychannel.comPasar properti Dubai belum mencapai klimaks.
|
EditorHilda B Alexander
KOMPAS.com - Meskipun harga minyak dunia pada semester II/2014 dan di awal tahun 2015 jeblok, para investor asal Timur Tengah tampaknya tak terpengaruh. Para investor tetap memiliki gairah membuncah dalam menanamkan modalnya di sektor properti global. Hal ini dibuktikan dengan semakin derasnya aliran modal hingga kuartal akhir 2014.

CEO JLL MENA, Alan Robertson menyatakan para investor dari Timur Tengah mengalokasikan dana di sektor properti pada kuartal terakhir 2014 hampir sama dengan di tiga kuartal sebelumnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Meskipun belanja keseluruhan pada 2014 lebih kecil jika dibandingkan pada tahun sebelumnya. Investasi untuk properti komersial terus berjalan," ujar Robertson.

Middle East Sovereign Wealth Funds telah memelihara alokasi dana pada level yang berbeda untuk sektor properti global selama periode harga minyak rendah dan resesi ekonomi. Ketika volume investasi global mengalami penurunan pada 2009 menjadi lebih sedikit dari 200 juta dollar AS dan banyak investor lintas negara mundur ke pasar domestik, investor Timur Tengah justru melanjutkannya.

Timur Tengah juga memiliki banyak orang terkaya di dunia. Banyak di antaranya memiliki apresiasi mendalam untuk pelestarian kekayaan dan generasi baru untuk properti komersial. Dubai, Abu Dhabi, dan Kuwait juga disorot sebagai kota untuk rumah bagi sejumlah besar miliarder dengan penghasilan lebih dari 30 juta dollar AS.

"Selama beberapa tahun terakhir, JLL telah melihat peningkatan jumlah individu ataupun keluarga dari Timur Tengah yang mengalokasikan uangnya ke sektor properti. 64 miliarder yang memiliki kekayaan pribadi dengan total lebih dari 204 miliar dolar AS terkonsentrasi di Arab Saudi. Modal dari Timur Tengah diprediksi akan tetap menjadi salah satu sumber lintas batas yang paling signifikan dalam investasi global properti," tandas Head of International Capital Group JLL MENA, Fadi Moussalli.

Sementara itu, investasi kompatibel syariah telah menjadi tren yang semakin populer dalam beberapa tahun ke belakang. Hal ini juga disebabkan banyaknya orang kaya yang ingin berinvestasi di klub dan sindikat kompatibel syariah.

Landasan sindikasi yang mendukung mengumpulkan uang dari beragam individu super kaya (Ultra High Net Worth) dan investasi dalam menghasilkan pendapatan peluang kompatibel syariah. Ini memungkinkan banyak orang untuk datang bersamaan dalam anonimitas relatif untuk mengamankan properti berpotensi besar.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.