Bangunan Prefabrikasi Serbaguna Terinspirasi Permainan Lego

Kompas.com - 13/04/2015, 09:00 WIB
Pentimento terdiri dari ratusan modul beton identik yang ditumpuk. João Canziani/dwell.comPentimento terdiri dari ratusan modul beton identik yang ditumpuk.
|
EditorHilda B Alexander

KOMPAS.com - Menghadap gunung berapi Ilaló dan pegunungan Andes, rumah bertajuk Pentimento di Ekuador ini terdiri dari ratusan modul beton identik yang ditumpuk. Menurut sang arsitek, Jose María Saez seperti pada model Lego, blok secara bersamaan membentuk sistem struktural dan rumah formal. Berkat iklim ringan di kawasan tersebut, tidak ada kebutuhan untuk isolasi.

"Anda hampir tidak perlu arsitektur sama sekali, hanya berlindung dari matahari dan hujan. Sehingga Anda dapat membangun, dan tinggal, dengan cara yang lebih mendasar, dalam hubungan yang lebih dekat dengan alam," kata Saez.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

João Canziani/dwell.com Terinspirasi dari bunga plastik yang ia lihat di pasar Ekuador, Saez dan rekannya, arsitek David Barragán, mengembangkan blok beton serbaguna, yang memiliki panjang 100 sentimeter dan tinggi 20 sentimeter.

Hal ini persis seperti yang klien mereka inginkan, Desirée Marín. Ia membayangkan sebuah bangunan tambahan yang berfungsi baik sebagai ruang studio atau properti sewa. Dia bersikeras memaksa arsitek melestarikan setiap pohon di bangunan rersebut. Saez bertanya-tanya bagaimana menjadikan bangunan seperti kebun, sehingga orang-orang akan lebih merasa mereka hidup di alam daripada bangunan arsitektur.

Terinspirasi dari bunga plastik yang ia lihat di pasar Ekuador, Saez dan rekannya, arsitek David Barragán, mengembangkan blok beton serbaguna, yang memiliki panjang 39 inci dan tinggi 8 inci.

Blok ini membentuk dinding yang kokoh. Jika diputar, kedudukannya berbentuk L dapat berfungsi sebagai rak atau perkebunan.

Tiga halaman dan beberapa dinding kaca memastikan koneksi indoor-outdoor yang kuat.

"Proses desain benar-benar mudah. Dengan bentuk pot bunga ini kami melihat kesempatan untuk melakukan segala sesuatu hanya menggunakan satu bagian dari beton. Ini adalah bentuk sederhana arsitektur," kata Suez.

Dia meminta temannya, Héctor Sánchez, seorang arsitek dan pembangun, untuk menyediakan 900 buah beton identik di halaman belakang rumahnya. Sementara itu, Barragan, menciptakan gambar dan model untuk menunjukkan pada pekerja konstruksi bagaimana membangun setiap dinding, melalui langkah demi langkah yang dibutuhkan karena masing-masing akan berbeda.

Meskipun para pekerja tidak pernah membangun gedung prefabrikasi, mereka cukup mahir dengan konstruksi beton blok. Setelah beberapa minggu pelatihan, para pekerja merangkai blok-blok yang memiliki lubang di setiap sudut, ke batang baja yang tertanam di dasar beton. Ruasnya kemudian ditutup dengan ubin beton dan semen.

Hasilnya, rumah seluas 2.519 meter persegi ini, lebih fleksibel daripada rumah konvensional.

"Anda dapat memilih di mana harus menempatkan kantor, pakaian, makanan, dan sepeda Anda. Semua orang bisa hidup di dalamnya dengan cara yang berbeda," jelas Suez.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.