Kompas.com - 20/03/2015, 20:22 WIB
Menurut Direktur Utama PT Adhi Persada Properti, Ipuk Nimpuno, pada prosesi tutup atap Taman Melati Jatinangor, Jawa Barat, Sabtu (20/9/2014), pangsa pasar apartemen untuk  mahasiswa di kawasan-kawasan pendidikan popular seperti Depok, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Malang punya pembeli potensial.  Hilda B Alexander/KOMPAS.comMenurut Direktur Utama PT Adhi Persada Properti, Ipuk Nimpuno, pada prosesi tutup atap Taman Melati Jatinangor, Jawa Barat, Sabtu (20/9/2014), pangsa pasar apartemen untuk mahasiswa di kawasan-kawasan pendidikan popular seperti Depok, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Malang punya pembeli potensial.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Adhi Karya (Persero) Tbk, berencana melebur dua anak usaha PT Adhi Persada Properti (APP), dan PT Adhi Persada Realti (APR) awal tahun 2016. Dengan peleburan ini, Adhi Karya mengharapkan dapat membesarkan ekuitas perseroan.

"Selain itu, kami berencana akan melaksanakan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) juga segera setelah merger," ungkap Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Kiswodarmawan, usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Kantor Pusat Adhi Karya, Jakarta Selatan, Jumat (20/3/2015).

Menurut Kiswodarmawan, aset kedua anak usaha tersebut akan menjadi sekitar Rp 700 miliar hingga Rp 800 miliar. Nama entitas ini nantinya adalah PT Adhi Persada Properti (APP).

Sepanjang 2014, Adhi Karya tercatat membukukan laba bersih sebesar Rp 324,1 miliar dengan total pendapatan Rp 8,6 triliun. Angka ini lebih rendah 20,2 persen dari laba tahun sebelumnya senilai Rp 405,9 miliar. Dari total pencapaian laba bersih tersebut, lini bisnis jasa konstruksi dan Engineering Procurement Construction (EPC) memberikan kontribusi sejumlah Rp 185,8 miliar, realti (perumahan) Rp 27,4 miliar, dan properti (komersial) Rp 185,1 miliar, dan investasi infrastruktur melalui manufaktur precast senilai Rp 8,1 miliar.

Sementara untuk tahun ini, perseroan menargetkan laba bersih Rp 440,1 miliar dengan kontribusi dominan beradal dari APP dan APR sebesar 66,6 persen. Target ini, menurut Kiswodarmawan, akan dicapai melalui pengembangan bisnis realti.

Ada pun belanja modalnya dianggarkan sebesar Rp 837,2 miliar yang mencakup investasi pengembangan bisnis properti, realti, dan hotel sejumlah Rp 566,1 miliar, penyertaan proyek investasi Rp 202,8 miliar, dan pembelian aset tetap Rp 68,387 miliar. 

"Sumber dana belanja modal beradal dari sisa dana hasik penerbitan obligasi dan kredit perbankan, serta kas internal perseroan," tandas Kiswodarmawan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hingga Februari 2015, perseroan berhasil mencatat kontrak baru senilai Rp 1,3 triliun. Realisasi kontrak baru tersebut diraih melalui perolehan beberapa proyek yang mayoritas terbagi atas jenis proyek gedung 77 persen, seperti apartemen Bekasi Timur Rp 437,1 miliar, dan apartemen Centro Bogor Rp 204,5 miliar. 

Sedangkan 10 persen lainnya merupakan proyek jalan dan jembatan serta sisanya proyek infrastruktur 13 persen. Pada kategori sumber dana, realisasi kontrak baru dominan terdiri atas swasta sebanyak 64 persen, BUMN 18 persen, APBN/APBD tercatat 18 persen.

"Untuk lini bisnis, konstruksi dan EPC masih mendominasi kontribusi sebesar 96 persen," pungkas Kiswodarmawan.




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X